Pamekasan, Selasa 2 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Pamekasan menegaskan pentingnya peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat harmoni masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Pamekasan, Minggu pagi. Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus dan warga NU yang selama ini dinilai konsisten berkontribusi dalam pembangunan daerah di Bumi Gerbang Salam.
Menurutnya, kehadiran NU tidak hanya menjadi kekuatan keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kehidupan sosial yang kondusif di tengah dinamika masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan warga NU yang telah berjuang bersama dalam membangun daerah ini,” ujar Kholilurrahman, Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Kholilurrahman menyoroti soliditas organisasi NU yang dinilai mampu menjadi perekat sosial di tengah beragam latar belakang masyarakat Pamekasan.
Ia mengibaratkan Pamekasan sebagai tanah subur yang memungkinkan berbagai organisasi tumbuh dan berkembang. Namun, keberagaman tersebut tetap dapat berjalan harmonis berkat kontribusi aktif NU dalam menjaga keseimbangan sosial dan mencegah potensi gesekan di masyarakat.
“NU selama ini telah menunjukkan peran nyata dalam menjaga stabilitas sosial. Ini menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kholilurrahman juga menyampaikan penghargaan kepada mantan Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof. M. Nuh, atas kontribusinya dalam menetapkan Pamekasan sebagai Kabupaten Pendidikan.
Menurutnya, status tersebut menjadi motivasi besar bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
“Beliau memiliki jasa besar bagi Pamekasan. Penetapan sebagai kabupaten pendidikan menjadi pemicu semangat kami untuk terus memajukan dunia pendidikan,” ungkapnya.
Komitmen tersebut, lanjut bupati, tercermin dalam suksesnya penyelenggaraan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan beberapa waktu lalu. Kegiatan yang melibatkan sekitar 24 ribu siswa SD dan SMP itu berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus membawa dampak positif bagi sektor pendidikan daerah.
Dari kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pamekasan memperoleh bantuan revitalisasi sekitar 20 gedung sekolah dasar yang akan diprioritaskan untuk sekolah-sekolah dengan kondisi mendesak. Selain menyoroti peran NU, Kholilurrahman juga menegaskan pentingnya keberadaan Forum Komunikasi Ormas Islam (Fokus) yang hingga kini masih aktif sebagai wadah silaturahmi dan komunikasi antarorganisasi Islam di Pamekasan.
Forum tersebut menghimpun enam organisasi Islam, yakni NU, Muhammadiyah, Persis, Al-Irsyad, Sarekat Islam, dan Hidayatullah. Sejak dibentuk pada tahun 2004, Fokus dinilai berhasil menjaga harmonisasi antarormas sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga kondusivitas masyarakat.
“Keberadaan forum ini menjadi bukti bahwa perbedaan organisasi bukan penghalang untuk bersama-sama membangun Pamekasan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Kholilurrahman menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai, dan sesepuh NU yang telah berkontribusi dalam membesarkan organisasi serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada KH Abdul Hannan Serkasi dan para tokoh NU yang berperan dalam menyukseskan pelaksanaan Muskercab NU Pamekasan.
“Terima kasih atas pengabdian para kiai dan sesepuh dalam membesarkan NU serta menjaga kebersamaan masyarakat. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya. (Yudi)






