Dampak Corona, Hunian Hotel Di kota Batu Turun Hingga 30 Persen

News Satu, Kota Batu, Senin 9 Maret 2020- Akibat merebaknya wabah virus corona (Covid-19) berdampak pada sejumlah sektor, termasuk  industri pariwisata. Di Kota Batu, Jawa Timur terkena dampaknya,  tingkat hunian hotel (Akupansi di kota Pariwisata ini mengalami penurunan hingga 30 persen.

“Penurunan tamu hingga 30 persen itu diakibatkan sebagai efek domino dari turis mancanegara yang mulai berkurang drastis ke Indonesia,  termasuk kota Batu terkena dampaknya,” Ketua Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi, Senin (9/3/2020).

Menurut Sujud kondisi ini sudah dirasakan  sejak virus corona merebak di China dan lebih diperparah lagi dengan masuknya virus corona ke Indonesia. Karena hunian hotel di kota Batu bukan hanya dihuni warga lokal saja tetapi juga dihuni warga Manca Negara.

Baca Juga :  ASN Terkonfirm Positif Covid-19  Keluyuran, Bikin Warga Perum MVR Kota Batu Resah

Hal tersebut juga dibenarkan Danoe Hartanto, General Meneger (GM) Kampung Lumbung Eco Boutique, Kota Batu. Menurutnya akibat dampak virus corona, salah satu hotel yang berkonsep back to nature (menyatu dengan alam) ini  mengalami penurunan 8 sampai 10 persen.

“Dampak wabah virus corona, informasi  yang kami terima, hotel-hotel di kota Batu mengalami  penurunan sekitar 30 persen,  sedang di hotel kami  juga mengalami penurunan  tapi besarannya sekitar 8 sampai 10 persen,” Kata Danoe.

Sebab lanjut dia, tamu hotel yang menginap di Hotel berkamar 42 itu bukan hanya berasal dari warga lokal tetapi juga tamu dari  manca negara, seperti  dari Belgia, Perancis, Jerman dan Belanda,  Akibat dari wabah virus corona itu sebagian diantara mereka telah  melakukan pembatalan pemesanan kamar hotel.

Baca Juga :  Dampak covid 19 Tempat Wisata Yang Bernaung Di Jatim Park Group Pilih Tutup 20 Maret 2020

Meski terkena dampak virus corona, Danoe optimis hunian hotel yang ia kelolanya akan tetap bagusdan positif.  Ia memiliki berbagai strategi salah satunya menjalin komunikasi dengan masyarakat local dan pemerintah.

“Solusinya, meski market internasional kita menurun, kita tetap berkomunikasi dengan tamu-tamu local seperti Jakarta Dan Surabaya, dan  kita bikin market yang lokalnya, dan group-group local WA, dan pemerintahan,” pungkasnya. (Wiyono)

Komentar