oleh

Inilah Desain Surat Suara Pemilu 2019

News Satu, Jakarta, Jumat 4 Januari 2019- Sebelum menetapkan desain Surat Suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPURI) mengundang 16 Partai Politik Politik dan Perwakilan Pasangan Calon (Paslon) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Dalam pertemuan tersebut, para peserta Pemilu menyepakati Desain Surat Suara yang akan digunakan dalam pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

Kesepakatan ini ditentukan melalui Rapat Validasi dan Approval Surat Suara Anggota DPR-RI Serta Surat Suara Presiden dan Wakil Presiden Pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang dipimpin Ketua KPU, Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (4/01/2019).

Setiap perwakilan dari 16 Partai Politik (Parpol) menyetujui desain surat suara dan membubuhkan tanda tangan mereka di surat suara yang berasal dari 80 daerah pemilihan. Sementara perwakilan paslon peserta pilpres masing – masing hanya menandatangani 1 spesimen lembar surat suara.

Desain lembar surat suara Anggota DPR didalamnya terdapat 16 kolom, di masing masing kolom itu terdapat logo dan nomor urut partai peserta pemili di bagian atas, kemudian dibawahnya terdapat daftar nama calon yang akan maju sebagai anggota DPR – RI tanpa disertai foto.

Sementara untuk desain lembar surat suara Presiden dan Wakil Presiden 2019, hanya terdapat 2 kolom, kolom pasangan capres – cawapres nomor urut 01, Jokowi – Maaruf Amin dan kolom pasangan capres – cawapres nomor urut 02, Prabowo – Sandiaga Uno, yang dilengkapi dengan foto kedua paslon.

Pasangan Jokowi – Maaruf Amin tampak menggunakan foto saat mereka kompak mengenakan setelan baju koko berwarna putih serta peci berwarna hitam. Sementara pasangan Prabowo – Sandiaga Uno, kompak mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah gelap serta peci berwarna hitam. Dibawah Foto paslon tersebut juga terdapat logo – logo dari partai pengusung.

Ketua KPU, Arief Budiman menyebutkan desain surat suara yang sudah mengalami perbaikan yang cukup lama ini lah yang nantinya akan digunakan pada saat hari pencoblosan di tanggal 17 April 2019.

“Ini sebetulnya bagian akhir, dari rangkaian panjang proses validasi surat suara, jadi penandatanganan hari ini bukan tiba-tiba, tapi sudah dimulai sejak DCS disusun, kemudian diperbaiki nama- namanya, DCT disusun, kemudian diperbaiki namanya, kemudian DCT juga dilakukan validasi tentang penulisan nama, gelar dll,” terangnya, Jumat (4/1/2019).

Lanjut Arief, KPU akan segera melakukan proses produksi surat suara yang akan dimulai pada pertengahan bulan Januari 2019 mendatang. Mengingat pemenang lelang pengadaan surat suara sudah didapatkan KPU.

“Mungkin minggu depan, setelah pemenang lelang ditetapkan, jadi hari ini pemenang lelang sudah ada tapi belum final, karena masih masuk masa sanggah hingga 7 Januari, nanti kalau sampai 7 Januari tidak ada sanggahan, bisa ditandatangani kontraknya dan proses produksi bisa dimlai,” pungkasnya. (Wahyu P)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.