oleh

Subkontraktor PT Waskita Karya Diduga Langgar Perjanjian Dengan Masyarakat OKI

News Satu, OKI, Minggu 23 September 2018– Perjanjian secara lisan maupun tulisan oleh Beberapa pihak dari PT.Waskita Karya kepada perwakilan masyarakat sehubungan dengan aksi kepedulian masyarakat Kelurahan Kotaraya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dengan menggelar aksi tanam pohon pisang ditengah jalan yang berlobang beberapa pekan lalu.

Aksi tersebut dilakukan warga setempat dikarenakan telah berulangkali lobang dibeberapa sudut jalan yang telah rusak parah tepatnya mulai dari turunan jembatan Komering di Kelurahan Kotaraya sampai menuju Jalan lintas Sepucuk yang berada dibelakang Kelurahan Kotaraya-Kedaton, diduga dikarenakan alat transportasi pengangkut material Subkon dari PT.Waskita Karya itu hampir mencelakakan warga yang sebelumnya warga telah melaporkan hal tersebut kepihak PT agar jalan rusak ini segera diperbaiki.

Dengan kebijakannya, pihak PT.Waskita karya menanggapi beberapa keluhan serta permintaan warga untuk memperbaiki jalan yang rusak  juga kalaitu warga meminta agar pihak PT berkebijakan untuk membagikan Masker penutup debu kepada pengguna jalan dan berjanji segera memindahkan rute transportasi angkut material melalui jalan alternatip yang berada di desa Arisan Buntal masih dalam ruanglingkup Kecamatan setempat semuanya telah terealisasi.

Tak hanya warga setempat, kebijakan ini yang semestinya telah ditaati pihak PT tersebut melalui rapat bersama Pemerintah setempat beberapa Bulan bahkan Tahun lalu dengan prihal yang hampir serupa, ahirnya dapat ditaati pihak PT tersebut mulai beberapa pekanlalu.

“Dari perjanjian itu, mobil alat angkut material yang seharusnya tidak lagi melewati jalan poros kota dan segera memutarkan arah menuju jalan alternatip yang berada di desa Arisan Buntal seperti perjanjian yang telah dijanjikan pihak PT kepada warga setempat terkait aksi warga beberapa pekanlalu masih juga diterobos oleh beberapa Subkontraktor PT.Waskita yang nakal,” kata Ali, warga setempat, Minggu (23/9/2018).

Ali juga mengatakan, tak hanya malam ini mobil angkut material juga para Subkontrak PT.Waskita yang berani membandel, sudah hampir setiap malamnya mulai dari perjanjian itu. beberapa alat angkut milik PT.Waskita masih juga membandel, malahan ada juga yang meminta pengawalan dari tokoh masyarakat setempat dan yang lainnya untuk kiranya meloloskan mobil angkut ini dari tindakan penertiban warga.

“Tetap warga setempat ambil tindakan sesuai dengan perjanjian pihak PT.Waskita kepada masyarakat bahwasanya transportasi angkut material ini tidak diperbolehkan lagi melalui jalan poros kota dan apabila transportasi tersebut masih membandel, silahkan untuk warga menertibkan atau melarangnya agar melalui jalan alternatib di desa Arisan Buntal,” tandasnya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.