Probolinggo, Rabu 22 April 2026| News Satu- Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai menunjukkan hasil di Kota Probolinggo. Bank Sampah di RW 02 Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, kini resmi beroperasi dan menjadi pusat penampungan barang bekas dari warga.
Program ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Ketua RT 05 RW 02, Alimin, menjelaskan bahwa kegiatan penimbangan sampah dilakukan secara rutin setiap bulan. Hasil dari penjualan barang bekas tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
“Penimbangan dilakukan sebulan sekali. Hasilnya kami gunakan untuk kegiatan sosial dan kebutuhan warga,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Inisiatif ini dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan warga.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari DPRD Kota Probolinggo. Anggota DPRD, Saipul Iman, menilai Bank Sampah sejalan dengan program unggulan pemerintah kota, yakni “Probolinggo Bersolek”.
“Program Bank Sampah di tingkat RT dan RW sangat positif. Selain menjaga kebersihan lingkungan, juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” tandasnya.
Keberadaan Bank Sampah diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang bisa direplikasi di wilayah lain. Selain menjaga lingkungan tetap bersih, program ini juga berpotensi meningkatkan ekonomi warga secara berkelanjutan. (Bambang)

