oleh

Salah Satu Caffe di Sumenep Ditutup Sementara Oleh Kasatpol PP

News Satu, Sumenep, Selasa 28 September 2021- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), melakukan penutupan caffe Apoeng Kheta, di Jalan Raya Saronggi, tepatnya di desa moangan. Selasa (28/9/2021).

Penutupan tersebut dikarenakan izinnya diketahui berakhir pada tahun 2018 lalu, bahkan yang semula izin rumah makan atau resto, telah dialihfungsikan menjadi room karaoke.

Pantauan media di lokasi kurang lebih ada empat room, yang dimodifikasi menjadi room karaoke yang dilengkapi TV layar datar dan komponen karaoke.

Sementara di bagian atas tengah salah satu kamar diduga dijadikan tempat tidur, didalamnya berserakan sejumlah pakaian pria dan wanita. juga ditemukan sarung, bantal guling, pakaian dalam wanita berupa CD dan BH. Termasuk tisu bekas pakai yang berserakan di lantai.

Penutupan Caffe Apoeng Kheta dilakukan oleh tim gabungan terdiri dari TNI, Polisi, Satpol PP dan Dinas Perizinan (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Sumenep.

Menurut penegak perda Kasatpol PP Sumenep, Purwo Edi Prawito menyampaikan, caffe Apoeng Kheta dilakukan penutupan sementara karena diketahui izinnya sudah berakhir 2018 lalu.

Termasuk, dalam praktiknya, caffe tersebut tidak sesuai dengan fungsinya rumah makan atau resto. Bahkan diduga kerap dijadikan tempat pesta miras dan narkotika.

“Ini kita tutup sementara karena dalam praktiknya sudah tidak sesuai dengan perizinannya. Izinnya adalah rumah makan resto, kemarin juga ditemukan barang yang diduga narkotika, jadi kita tutup sementara,” tegasnya.

Sementara menurut Anwar, Kasi Pengawasan DPMPTSP Sumenep, penutupan caffe tersebut, diketahui sudah tidak beroperasi, bahkan ditemukan beberapa room karaoke, botol bekas miras berserakan. Karena itu, temuan tersebut akan menjadi bahan untuk mengambil tindakan tegas mengenai izin caffe Apoeng Kheta ini.

“Kita ada tim pengawasan perizinan, izin caffe Apoeng ini berakhir 2018. Sebelum penutupan hari ini sudah kita lakukan serangkaian teguran, temuan ini akan kita jadikan bahan untuk langkah selanjutnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut anwar menyampaikan, DPMPTSP tidak mengeluarkan izin karaoke melainkan hanya izin rumah makan atau resto.

“Kami tidak mengeluarkan izin karaoke, yang ada hanya izin rumah makan atau resto,” tandasnya.

Untuk diketahui, Caffe Apoeng Kheta ditutup sementara karena diduga melanggar Perda nomor 3 tahun 2002 dan Perbup nomor 33 tahun 2021.(Zalwi)

Komentar