Jelang Operasi Ketupat Musi 2019, Polres OKI Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

Jelang Operasi Ketupat Musi 2019, Polres OKI Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral
Jelang Operasi Ketupat Musi 2019, Polres OKI Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral

News Satu, Ogan Komering Ilir, Selasa 14 Mei 2019- Jelang pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2019, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan di aula gedung Tran Satrisna Mapolres OKI.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Dandim 0402/OKI–OI Letkol Inf Riyandi ini, dihadiri stakeholder terkait guna membahas kesiapan pengamanan arus mudik lebaran.

Menurut Kapolres, hal ini dimaksudkan agar suasana bulan Ramadan berlangsung aman, terutama jalur yang dilalui para pemudik ataupun tidak. Ini perlu peran serta semua stakeholder untuk pengamanannya.

“Karena pelaksanaan pengamanan tidak hanya di jalur lintas pemudik, tetapi juga di tempat lainnya. Kegiatan pengamanan Idul Fitri bukan hanya tanggung jawab Polri dan TNI, tetapi semua pihak bersama, termasuk Pemda,” kata Kapolres, Selasa (14/5/2019).

Memang, kata Kapolres lagi, tugas Polri lebih difokuskan untuk menjaga kelancaran dan keamanan arus mudik lebaran. Namun kali ini pihaknya sedikit terbantu atas adanya jalan tol yang 80 persen sudah tersambung.

“Sisa 20 persen lagi, ruas jalan tol masih agregat atau terkendala sengketa lahan yang belum terselesaikan. Namun, jika tahun sebelumnya hanya bisa lewat jalan alteri, sekarang pada siang hari pemudik bisa melalui jalan tol,”  tandas Kapolres.

Masih kata Kapolres, setelah kita survei bersama, mengecek kesiapan ruas jalan tol, dan pula pihak PT Waskita Karya siap serta bersedia membuka jalur untuk fungsional arus mudik lebaran 2019.

“Tetapi malam hari belum bisa, karena belum adanya lampu penerangan jalan, sehingga membahayakan jika dipaksa harus dilalui. Artinya, tugas kita kali ini mengamankan dua jalur, yaitu jalur jalan tol dan jalan alteri,”  ungkap Kapolres

Untuk jalur alteri, yakni Jalan Lintas Timur (Jalintim). Lanjut Kapolres, dirinya minta para Kapolsek menyiagakan jajarannya untuk berpatroli rutin, khususnya di ruas Jalintim yang rawan lakalantas ataupun tindak kriminal.

“Mengantisipasi adanya pelemparan batu kendaraan yang melintas, seperti terjadi di tahun lalu yang sempat viral. Terlebih lagi saya dengar sekarang pun mulai marak terjadi, jadi tolong disikapi,”  tegas Kapolres.

Disamping itu, Karena pengamanan arus mudik lebaran kali ada dua jalur, tambah Kapolres, pihaknya meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memanggil para camat dan kadesnya agar turut menjaga keamanan.

“Paling tidak, meniadakan para pelaku dapat memanfaatkan situasi jika ada kendaraan mogok di jalan. Dan juga turut menjaga lingkungan yang ditinggalkan masyarakat mudik lebaran,”  pungkas Kapolres.

Sementara itu, Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf  Riyandi mengungkapkan, terjadinya tindak kriminal jelang atau pada saat lebaran biasanya ada 2 pemicunya, yaitu tidak dapat tunjangan hari raya (THR) dan tidak pulang kampung.

“Karena tidak mendapat THR, biasanya suka berbuat nekat demi memenuhi kebutuhan lebaran. Dan yang kedua, karena tidak pulang kampung, karena lingkungannya sepi, lalu dimanfaatkan situasi tersebut berbuat kejahatan,” ungkap Dandim.

“Untuk Operasi Ketupat Musi 2019, Kodim tidak akan tinggal diam dan akan turut membantu meski belum ada instruksi dari pimpinan. Tetapi kami tidak akan menunggu instruksi dikeluarkan, terlebih tahun ini ada dua jalur yang diamankan,”  tegasnya. (Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.