Satpol PP OKI dan Polsek Kayuagung Gencar Razia Petasan Selama Ramadan

Satpol PP OKI dan Polsek Kayuagung Gencar Razia Petasan Selama Ramadan
Satpol PP OKI dan Polsek Kayuagung Gencar Razia Petasan Selama Ramadan

News Satu, Ogan Komering Ilir, Kamis 16 Mei 2019- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama jajaran Polsek Kayuagung kembali menggencarkan razia petasan dan penertiban keberadaan pedagang di sepanjang trotoar Letnan Muchtar Saleh dan kawasan Taman Amri Yahya Kayuagung.

Kepala Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran, Alexander Bustomi menjelaskan, giat yang dilakukan bersama jajaran Polsek Kayuagung ini sendiri, selain penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), juga difokuskan dengan memastikan pedagang tidak memperjualbelikan petasan berdaya ledak tinggi.

Ia mengingatkan, bagi pelanggar Perda Nomor 13 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Selama bulan ramadan, kami terus menggencarkan razia untuk memastikan produk tersebut tidak dijual oleh pedagang lagi,”  jelasnya.

Dalam razia tersebut, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian terkait dengan daya ledak petasan yang dijual di pasaran karena kepolisian lebih mengetahui daya ledaknya. Dijelaskan lebih jauh, tidak semua dagangan yang dirazia, melainkan hanya petasan berdaya ledak tinggi. Ia menilai, petasan jenis tersebut, menciptakan dentuman suara tinggi, yang mengganggu masyarakat.

“Hanya petasan berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi yang menjadi atensi petugas. Kami berkoordinasi dengan kepolisian karena lebih mengetahui mana yang berbahaya dan tidak,”  ungkapnya, Kamis (16/5/2019).

Selama bulan puasa hingga sepekan ini, menurut pantauan pihaknya, tidak banyak lagi petasan dibakar, terutama sesudah berbuka puasa, saat menjelang Salat Tarawih berlangsung atau menjelang Subuh.

“Penurunan tren bakar petasan ini juga dari data pedagang petasan yang cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Terkait dampak bahaya petasan, ia juga mengatakan, selain ledakannya mengganggu orang lain, petasan tersebut juga bisa menyebabkan potensi kematian bagi pengidap penyakit jantung menahun.

“Apalagi petasan dibakar dekat masjid atau pemukiman warga, sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat yang beribadah, bahkan berpotensi kebakaran hingga mengancam nyawa bagi pengidap jantung,” bebernya.

Selain petasan, sejumlah PKL juga turut ditertibkan. Keberadaan pedagang musiman di atas trotoar menimbulkan titik kemacetan. “Dengan penertiban PKL ini sendiri, dapat mengurai kemacetan, sekaligus mengembalikan fungsi trotoar yang diperuntukkan pejalan kaki,” terangnya. (Hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.