Pamekasan, Jumat 12 Juni 2026 | News Satu- Pamekasan Economic Fest 2026 tidak sekadar menjadi ajang hiburan masyarakat. Festival yang digelar selama sembilan hari di kawasan Monumen Arek Lancor itu berhasil menggerakkan roda ekonomi lokal dengan mencatat lonjakan transaksi pelaku UMKM hingga jutaan rupiah setiap malam.
Keberhasilan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas ekonomi, dan sektor keuangan harus terus diperkuat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pamekasan Economic Fest berhasil menjadi model kolaborasi lintas sektor yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kesejahteraan warga,” kata Kholilurrahman, Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan data panitia, jumlah pengunjung festival mencapai 750 hingga 900 orang setiap malam selama pelaksanaan kegiatan pada 1–9 Juni 2026.
Tingginya antusiasme masyarakat berdampak langsung terhadap peningkatan omzet para pelaku usaha yang membuka stan di lokasi acara. Setiap tenant UMKM tercatat memperoleh pendapatan antara Rp1,5 juta hingga Rp5 juta per malam.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa event ekonomi berbasis komunitas dapat menjadi instrumen efektif untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Festival ini juga menjadi etalase berbagai potensi unggulan Kabupaten Pamekasan, mulai dari produk kuliner, ekonomi kreatif, seni pertunjukan, hingga kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas daerah,” tandasnya.
Selain mendorong pertumbuhan UMKM, Pemerintah Kabupaten Pamekasan mulai memperluas strategi pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata.
Kholilurrahman mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, serta Paguyuban Mataram untuk mengembangkan kawasan wisata Jumiang bagian atas sebagai destinasi unggulan baru.
Pengembangan wisata tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah tidak bisa hanya bertumpu pada satu sektor. Karena itu, pemerintah terus mendorong sinergi berbagai potensi daerah agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kami juga menempatkan olahraga, seni, dan budaya sebagai tiga sektor strategis yang akan menjadi penggerak ekonomi baru di masa depan,” lanjutnya.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat untuk mendatangkan wisatawan, meningkatkan aktivitas ekonomi kreatif, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Kholilurrahman juga menyampaikan apresiasi kepada DPC HIPMI Pamekasan yang dinilai berhasil menghadirkan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, sektor keuangan, dan pemerintah dalam satu ekosistem pembangunan ekonomi daerah.
“Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mempertemukan pelaku ekonomi, sektor keuangan, dan pemerintah dalam semangat yang sama untuk memajukan Pamekasan,” pungkasnya.
Keberhasilan Pamekasan Economic Fest 2026 menjadi sinyal positif bahwa model pembangunan berbasis kolaborasi lintas sektor mulai menunjukkan hasil nyata. Pemerintah daerah pun berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan guna memperkuat daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Yudi)






