BKPSDM Pamekasan Raih Adhi Manawa Nugraha Madya Dari BKN RI

Pamekasan, Rabu 10 Juni 2026 | News Satu- Upaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan membangun birokrasi yang profesional dan berbasis kompetensi akhirnya mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan berhasil meraih penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 BKN dan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Pamekasan, Saudi Rahman, di Surabaya.

Penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan Pemkab Pamekasan dalam memperkuat reformasi birokrasi melalui tata kelola aparatur sipil negara (ASN) yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Saudi Rahman menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan setelah BKN melakukan penilaian terhadap berbagai inovasi dan kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah daerah dalam pengelolaan ASN.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi penerapan sistem merit secara konsisten, pengembangan manajemen talenta berbasis kompetensi, hingga digitalisasi layanan administrasi kepegawaian yang terintegrasi.

“Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Madya ini diraih berkat komitmen penuh dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun sistem tata kelola kepegawaian yang profesional, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya aparatur,” kata Saudi Rahman, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan sistem manajemen ASN yang menempatkan kompetensi dan kinerja sebagai dasar utama pengembangan karier pegawai.

Ia menegaskan, penerapan sistem merit menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh proses kepegawaian berjalan objektif, mulai dari promosi jabatan, mutasi, hingga pengembangan sumber daya manusia aparatur.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan prestasi kerja yang dimiliki.

Selain itu, pengembangan manajemen talenta yang diterapkan Pemkab Pamekasan dinilai mampu menciptakan pola pembinaan karier yang lebih terukur dan berkelanjutan. Model tersebut memberi ruang bagi ASN potensial untuk berkembang sesuai kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan publik.

Di sisi lain, transformasi digital dalam layanan administrasi kepegawaian juga menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut. Digitalisasi layanan dinilai mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses administrasi pemerintahan.

Tidak hanya mempercepat pelayanan internal, sistem digital yang terintegrasi juga mendukung terciptanya birokrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Saudi menegaskan penghargaan yang diterima bukan sekadar capaian seremonial, melainkan motivasi untuk terus memperkuat kualitas birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Capaian ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan produktivitas birokrasi,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Pamekasan berkomitmen melanjutkan reformasi birokrasi dengan memperkuat kapasitas ASN, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.

Penghargaan dari BKN tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa transformasi birokrasi yang dijalankan Pamekasan berada pada jalur yang tepat menuju pemerintahan yang profesional, efektif, dan berdaya saing. (Yudi)