oleh

Kerapan Sapi Piala Presiden 2020 Diundur

News Satu, Pamekasan, Kamis 19 November 2020- Kabar akan dihelatnya gelaran Kerapan Sapi Tradisional Piala Presiden RI 2020 dimasa pandemi ini, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan Wilayah atau Bakorwil IV Pamekasan lebih ketat terapkan Prokes.

Namun, Sebagaimana mana disampaikan oleh Plt. Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Dr. H. Alwi bahwa ajang adu cepat sapi Gubeng ini yang rencana akan dilaksanakan pada Sabtu 21 November 2020 di Lapangan Kerapan Sapi Priok Kecamatan Ketapang Sampang, Jawa Timur, terancam kembali diundur.

Ini tertuang dalam surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh Bakorwil IV Pamekasan tentang pemberitahuan penundaan Grand Final Kerapan Sapi Piala Presiden RI 2020, yang tertanggal 18 November 2020.

“Memang ada perubahan dalam jadwal pelaksanaan grand final tahun ini, sebab belum adanya ijin dari Kapolres Sampang. Bahkan dikhawatirkan tidak sejalan dengan kebijakan Presiden RI dimasa pandemi. Kemudian penundaan tersebut hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan,” ungkapnya, Kamis (19/11/2020) pagi.

Padahal, sebelumnya terhitung pada tiap pasangan sapi pendampingnya ada 25 orang. Nah, dari jumlah itu maka, sebagai gambaran, pada peserta asal Pamekasan yang diwakili 6 pasang sapi jawara. Maka, yang wajib dirapid tes ada 150 orang yang tersebar di beberapa kecamatan nantinya.

“Itu, di luar panitia yang berasal dari Pamekasan. Dan rencana rapid tes di Puskesmas sesuai domisili pasangan Sapi,” ungkap Kepala Dinkes Pamekasan melalui Kabid P2P Dinkes Pamekasan, dr. Nanang Suyanto pada media.

Sehingga, imbuhnya, jika diestimasi maka di PKM Kowel 50 orang, PKN Bulangan Haji 50 orang, PKM Proppo ada 25 orang dan PKM Pademawu 25 orang. Itu akan dilaksanakan dalam rentang waktu hingga hari Jumat esok paling lambat.

“Ya karena satu pasang sapi dikasih jatah 25 orang pendamping. Saya masih nunggu data dan hasil pelaksanaan Rapid dari Ke empat Puskesmas itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pemerintahan Bakorwil IV Pamekasan, Dewanto menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya sudah siap gelar, meski tanpa penonton. Namun pihaknya akan persiapkan tim desinfeksi yang berkerja sama dengan Relawan FRPB Pamekasan di lokasi.

“Walaupun tanpa penonton nantinya diperkirakan ada sekitar 1000 orang. Jadi semua protokol disiapkan pihaknya, hingga kesiapan Bilik Desinfeksi dan penyemprotan desinfektan di ruang publik venue,” terangnya.

Nah, disinggung terkait adanya kondisi reaktif saat rapid tes, mengingat dari setiap kabupaten ada 150 orang dikalikan 4 dengan total 600 orang, itu belum termasuk semua Panitia dan undangan VIP. Maka, Tim berhak mengusulkan orang baru untuk dirapid sebagai penggantinya.

“Khusus yang reaktif saat Rapid tes, diminta untuk isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing,” pungkasnya. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.