HEADLINENEWSPAMEKASANPEMERINTAHANPEMKAB PAMEKASANREGIONAL

Pamekasan Butuh Pawang Banjir Berbasis Data dan Mitigasi

106
×

Pamekasan Butuh Pawang Banjir Berbasis Data dan Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Pamekasan Butuh Pawang Banjir Berbasis Data dan Mitigasi
Pamekasan Butuh Pawang Banjir Berbasis Data dan Mitigasi

News Satu, Pamekasan, Senin 11 Januari 2021- Setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri dalam membangun dan menguatkan ketangguhan daerah melalui potensi yang ada. Begitu pula dengan berbagai upaya pemerintah dan masyarakat yang harus sinergi dan bah membahu menjaga kenyamanan masyarakat dan lingkungan.

Nilai kearifan lokal masyarakat juga menjadi landasan utama disamping penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang baik. Terutama dalam penyajian laporan faktual dan pengolahan data yang terpadu dan valid.

Setidaknya ini yang digariskan dalam pembicaraan sehari dan intensif yang dilakukan elemen masyarakat yang berupaya turut berperan serta dalam Dialog Kebencanaan Bersama BPBD dan FPRB Jatim di Ruang Pertemuan Bakorwil IV Pamekasan, Jawa Timur.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana atau FPRB Jawa Timur, Sudarmanto mengatakan setiap bencana memiliki siklus dan selalu berulang dalam kurun waktu tertentu. Bahkan, bisa dibilang akan memiliki karakteristik yang sama di setiap kejadian yang ada nantinya.

Sehingga kekuatan data dan mitigasi memegang peran penting dalam unsur pokok pengurangan risiko bencana setempat. Semua ini butuh Sinergitas bersama Pentahelix, dalam mewujudkan masyarakat tangguh dan siap siaga.

“Di Pamekasan yang potensi bencananya adalah banjir maka, kita harus mendata berbagai fase mulai dari pra bencana, tanggap darurat hingga pasca bencana. Untuk kemudian menjadi pemutakhiran database pada siklus pra bencana Selanjutnya,” terangnya, Senin (11/1/2021).

Menanggapi celetuk dari peserta dialog yang menganalogikan upaya mengatasi banjir butuh pawang banjir. Pihaknya menegaskan itu masuk akal, dan memang Kabupaten Pamekasan butuh sosok pawang banjir yang jitu serta berbasis data bahkan teknologinya.

“Saya sepakat bahwa kita semua yang berperan dalam FPRB Pamekasan inikah sebagai Pawang Bencana. Bukan tidak mungkin jika kita sudah siap dengan data dan informasi maka akan menjadi mantera ampuh untuk mengurangi risiko bencana yang ada,” optimisnya pada media.

Sementara itu, Budi Cahyono sebagai Sekjen FPRB Kabupaten Pamekasan yang baru dilantik, juga menegaskan tekadny dalam mensinergikan berbagai unsur stakeholder kebencanaan. Baik dari unsur Pemerintah, Dunia Usaha, Masyarakat, Akademisi dan Media di Bumi Gerbang Salam.

“Kebencanaan harus sinergi dan tidak boleh terkotak-kotak dalam Penanggulangan yang efektif. Semua akan dirangkul sebagai tim konseptor dan bermitra dengan BPBD setempat,” tukasnya.

Nantinya mereka akan merekomendasikan berbagai upaya pembangunan yang sejalan dengan kebijakan pemerintah berbasis pengurangan risiko bencana. Sehingga tidak ada human error dalam Penanggulangan bencana, serta secara bersamaan juga mensiapkan masyarakat yang tangguh bencana.

Sebelumnya, aktifitas diawali dengan Bakti sosial, penanaman ratusan bibit tangguh bencana. Dan bersama elemen Komunitas dan relawan melakukan bagi bagi Masker gratis pada pengendara, di bilangan Monumen Arek Lancor Pamekasan. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.