HEADLINEKESEHATANNEWSREGIONALSUMENEP

Ribuan Warga Sumenep Terserang TBC

1099
×

Ribuan Warga Sumenep Terserang TBC

Sebarkan artikel ini
Ribuan Warga Sumenep Terserang TBC
Ribuan Warga Sumenep Terserang TBC

News Satu, Sumenep, Kamis 6 April 2017- Penyakit tuberculosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosa yang menyerang bagian tubuh tertentu.

Paling sering menyerang paru-paru sehingga lebih lanjut disebut dengan “penyakit TBC paru” atau secara singkat “TB Paru“. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Sumenep, Madura, Jawa Timur ada seribu (1000) lebih warga yang terserang penyakit tersebut.

“TBC itu merupakan salah satu jenis penyakit menular. Untuk di Sumenep sendiri, prevalensinya masih lumayan tinggi, di atas seribu,” kata dr. A Fathoni, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Kamis (6/4/2017).

Mantan Kepala UPT Puskesmas Ambunten ini mengatakan, saat ini pihaknya telah menyediakan penanganan gratis dan menyediakan obatnya di setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hal itu dilakukan untuk menekan tingginya penderita Tuberculosis (TBC) di Sumenep.

“Untuk penanganan penyakit TBC ini, biasanya dibutuhkan waktu 6 bulan atau lebih,” ungkapnya.

Orang dapat terkena penyakit TBC, sambung dr. A Fathoni, jika orang tersebut menghirup tetesan kecil (droplet) di udara yang dihembuskan oleh seseorang yang memiliki penyakit TBC ketika mereka batuk, bersin, tertawa, atau berteriak.

Maka disinilah Kuman TBC dapat mengapung di udara selama beberapa jam, sehingga bisa terhirup, bahkan ketika orang yang sakit sudah tidak ada lagi di ruangan itu. Walaupun kuman sudah masuk, tidak serta merta akan terkena penyakit TBC, karena dalam tubuh manusia terdapat sistem kekebalan tubuh, apabila berhasil menagkalnya maka tidak akan terserang TBC.

“Namun sebaliknya, Jika gagal, maka TBC akan menjangkiti dan timbullah gejala penyakit TBC,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.