Mensos Klaim Sekolah Rakyat Berhasil, Ribuan Siswa Kini Lebih Disiplin dan Percaya Diri

Jakarta, Kamis 18 Juni 2026 | News Satu- Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap perkembangan peserta didik. Setelah hampir 11 bulan berjalan, Kementerian Sosial (Kemensos) melaporkan peningkatan kemampuan akademik sekaligus perubahan perilaku dan karakter pada ribuan siswa yang mengikuti program tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut hasil evaluasi di berbagai daerah menunjukkan bahwa proses pembelajaran Sekolah Rakyat berjalan sesuai harapan. Selain mencatat prestasi akademik, para siswa juga dinilai mengalami perkembangan dalam aspek kesehatan, kedisiplinan, kepercayaan diri, hingga kesiapan menghadapi masa depan.

“Saya bersama Wakil Menteri Sosial telah mengunjungi berbagai daerah untuk melihat langsung perjalanan pembelajaran selama hampir 11 bulan. Secara umum program berjalan baik dan sebagian siswa telah menunjukkan prestasi di bidang sains, bahasa, sosial, olahraga, maupun seni,” ujar Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis (18/6/3036).

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan perubahan paling menonjol terlihat pada kondisi fisik dan mental peserta didik. Menurutnya, siswa kini tampil lebih sehat, lebih disiplin, dan memiliki optimisme yang lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti program.

“Secara fisik mereka jauh lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan memiliki keyakinan terhadap masa depannya. Ini menjadi capaian yang patut disyukuri bersama,” katanya.

Tidak hanya dari sisi akademik, Kemensos juga menerima berbagai masukan dari orang tua siswa yang mengaku melihat perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka.

Berdasarkan laporan yang diterima kementerian, siswa Sekolah Rakyat kini dinilai lebih tenang saat berada di rumah, lebih aktif membantu keluarga, serta menunjukkan peningkatan dalam kedisiplinan dan aktivitas keagamaan.

“Capaian tersebut menjadi indikator bahwa program tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan belajar, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai sosial peserta didik,” tandasnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, Kemensos mencatat jumlah calon siswa Sekolah Rakyat yang telah terdata hingga awal Juni 2026 mencapai lebih dari 42 ribu anak. Angka itu melampaui kapasitas awal yang disediakan pemerintah sebanyak 32.640 kursi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Lonjakan peminat tersebut mendorong pemerintah memperluas jangkauan program. Untuk tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menargetkan pengoperasian 93 Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Sebanyak 69 sekolah ditargetkan selesai dibangun dan beroperasi penuh pada Juni 2026. Sementara sisanya akan berfungsi sebagai sekolah fungsional yang telah dilengkapi fasilitas utama pembelajaran dan asrama.

Sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya mengenalkan program kepada masyarakat, Kemensos juga akan menggelar Open House Sekolah Rakyat pada Juli hingga Agustus 2026.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, tokoh pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pemuda, hingga aktivis perempuan akan diberikan kesempatan melihat langsung proses pembelajaran dan kehidupan siswa di lingkungan Sekolah Rakyat.

“Kami mengundang tokoh nasional maupun daerah, pegiat pendidikan, organisasi masyarakat, pemuda, dan aktivis perempuan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Open House akan dilaksanakan pada Juli dan Agustus mendatang,” pungkasnya.

Pemerintah berharap keterbukaan tersebut dapat memperkuat dukungan publik terhadap program Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Den)