214

Bupati Pamekasan Dorong Pengembangan Seni Dan Budaya, Rencanakan Studio Musik Religi

News Satu
Bupati Pamekasan Dorong Pengembangan Seni Dan Budaya, Rencanakan Studio Musik Religi
Bupati Pamekasan Dorong Pengembangan Seni Dan Budaya, Rencanakan Studio Musik Religi

PAMEKASAN, Jumat, 30 Oktober 2026 | News Satu – Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, mendorong pengembangan olahraga, kesenian, dan budaya sebagai bagian dari upaya memajukan daerah. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah pembangunan studio musik bernuansa religi untuk memfasilitasi kreativitas generasi muda.

Gagasan tersebut disampaikan Kholilurrahman saat menghadiri sarasehan budaya dan temu tokoh Madura di kawasan Bundaran Monumen Arek Lancor, Pamekasan. Kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pamekasan.

Kholilurrahman mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Menurut dia, pertemuan lintas generasi dan tokoh budaya dapat menjadi ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, sekaligus upaya menggali kearifan lokal untuk memperkuat identitas budaya Madura.

“Kami mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran gagasan antargenerasi dalam rangka menggali kearifan lokal dan memperkokoh identitas budaya,” kata Kholilurrahman dalam sambutannya.

Ia menilai sarasehan tersebut tidak sekadar menjadi pertemuan budaya antardaerah di Madura. Forum itu juga dinilai sebagai momentum untuk mengingat sejarah, merawat kekayaan tradisi, serta membicarakan cita-cita pembangunan Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

Bupati menyebut pengembangan olahraga, kesenian, dan budaya sebagai tiga bidang yang ingin terus didorong pemerintah daerah. Ia meyakini kemajuan ketiganya dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan Pamekasan.

“Alhamdulillah, tiga hal yang saya impikan untuk dilestarikan dan dikembangkan sedikit demi sedikit terbukti, yaitu olahraga, kesenian, dan budaya. Kalau tiga hal ini berkembang, maka saya yakin Pamekasan akan maju,” ujarnya.

Salah satu rencana yang disampaikan ialah pembangunan studio musik bernuansa religi. Fasilitas tersebut diarahkan untuk menyediakan ruang kreativitas bagi anak muda, sejalan dengan identitas Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam.

Kholilurrahman berharap gagasan itu dapat diprakarsai melalui kolaborasi AJP, DKP, dan DPD KNPI Pamekasan. Ia juga mengaitkan rencana tersebut dengan upaya membangun lingkungan kegiatan anak muda yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.

“Karena kalau kita mengajak anak-anak muda untuk berdzikir, itu tidak mungkin. Kami berharap dukungan dari masyarakat atas program yang kita rancang sehingga akselerasi pembangunan berjalan lancar sesuai yang kita harapkan,” katanya.

Meski demikian, dalam sambutannya Kholilurrahman belum memaparkan secara terperinci tahapan pembangunan, lokasi, maupun skema pendanaan studio musik tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bupati menyatakan persetujuannya apabila sarasehan budaya dan temu tokoh Madura dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Menurut dia, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah Pamekasan, perwakilan pejabat dari empat kabupaten di Madura, budayawan Madura, perwakilan kerajaan Nusantara, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan itu menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk membahas pelestarian budaya dan hubungan antargenerasi di Madura. Pemerintah daerah juga berharap kolaborasi lintas komunitas dapat mendukung pengembangan seni dan budaya di Pamekasan.