oleh

Kepergok Berduan, Pasangan ini Diamankan Satpol PP Kota Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Senin 4 November 2019- Seorang perempuan terlihat marah dan menangis di markas Satpol PP Kota Probolinggo, Jawa Timur. Sambil menggendong anaknya yang masih berusia sekitar 3 tahun, perempuan itu marah kepada suaminya yang berinisial S.

Kemarahan istri S ini, berawal saat S diamankan anggota Satpol PP karena tepergok berduaan dengan perempuan berinisial SA. Diketahui, SA juga sudah mempunyai suami. S dan SA terjaring razia Satpol PP berduaan di tempat sepi di areal tambak di Jalan Lingkar Utara (JLU), Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.Jawa Timur.

Karenanya, lelaki dan perempuan yang bukan muhrim itu diamankan ke Markas Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman. Kasi Operasi Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan S dan SA sama-sama warga Kecamatan Kademangan. Mereka sudah kali kedua terjaring razia.

“Dulu waktu terjaring pertama mereka berjanji tidak akan berselingkuh lagi. Lha kok sekarang mengulangi perbuatannya,” ujar istri S, Senin (4/11/2019).

Karena ingkar janji, petugas kemudian memanggil istri S. Tak ayal, sang istri yang membawa anaknya langsung meradang dan menangis di kantor Satpol PP. Sedangkan, SA oleh petugas diantarkan ke rumahnya dan diserahkan kepada orang tuanya.

“Suami SA belum datang kerja. Satu perusahaan kok dengan S, selingkuhan istrinya. Sama-sama kerja di pabrik kayu,” terang Hendra Kusuma Kasi Opersai Satpol PP Kota Probolinggo.

Hendra menambahkan, S dan SA kepergok petugas di areal tambak. S mengakui jika sudah berumah tangga, begitu juga dengan SA mengaku memiliki suami.

“Anggota kami kenal dengan mereka. Jadi, mereka tidak bisa mengelak,” tegasnya.

Selain mengamankan S dan SA, petugas juga mengamankan 20 pemuda dan remaja yang kedapatan berpesta minuman keras (miras). Mereka diamankan di tempat dan waktu berbeda. Di antaranya dari Ruang Terbuka Hijau AA Maramis, Stadion Bayuangga, dan rel kereta api Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan kota Probolinggo.

Seperti biasa, remaja yang berpesta miras itu langsung dibina. Orang tuanya juga dipanggil agar mengetahui kegiatan anaknya di luar rumah. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Mereka dibina dan dikembalikan kepada orang tuanya,” pungkasnya. (Bambang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.