Sumenep, Rabu 9 September 2026 | News Satu- Penguatan ketahanan keluarga kembali menjadi sorotan dalam upaya mempercepat pembangunan sosial di daerah. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sumenep menegaskan pentingnya program pemberdayaan yang tidak sekadar berjalan secara administratif, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Konsolidasi dan Sharing Program TP PKK Kabupaten bersama TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Sumenep yang digelar di Aula Kecamatan Pasongsongan, Rabu (9/9/2026).
Sekretaris TP PKK Kabupaten Sumenep, Diah Suryani Widayati, menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan keluarga tidak dapat diukur hanya dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Menurutnya, indikator utama keberhasilan adalah sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga di masyarakat.
Ia menjelaskan, forum konsolidasi menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program yang telah berjalan, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antarwilayah dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Menurut Diah, setiap kecamatan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pertukaran pengalaman serta praktik terbaik antarwilayah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan keluarga.
“Forum ini tidak hanya membahas pelaksanaan program, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, identifikasi kendala, serta pencarian solusi bersama agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Diah juga mengajak seluruh jajaran TP PKK untuk mengoptimalkan implementasi 10 Program Pokok PKK. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan dan keterampilan masyarakat, serta penguatan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
Ia menilai, ketiga sektor tersebut memiliki peran penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri, produktif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial maupun ekonomi.
Selain penguatan program, Diah menekankan pentingnya tata kelola data yang akurat dan administrasi yang tertib. Menurutnya, data yang valid menjadi fondasi dalam menentukan kebijakan, menyusun prioritas program, mengukur capaian, hingga melakukan evaluasi secara objektif.
Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin berbasis data, keberadaan informasi yang akurat dinilai menjadi faktor penting agar program pemberdayaan keluarga dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan hasil yang terukur.
“Setiap program harus menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas keluarga. Karena itu, pembaruan data, tertib administrasi, serta komunikasi yang kuat dengan kader di lapangan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Langkah TP PKK Sumenep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis keluarga sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Robet)






