Harga Ayam Anjlok 50 Persen, Stok Melimpah Usai MBG Libur

Situbondo, Jumat 12 Juni 2026 | News Satu- Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan drastis hingga menyentuh Rp20.000 per kilogram. Kondisi ini terjadi dalam beberapa hari terakhir dan disebut dipicu oleh melimpahnya pasokan ayam di tengah berkurangnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sementara tidak beroperasi di sejumlah titik.

Pantauan di Pasar Senggol, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, harga ayam broiler dijual bervariasi antara Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp28.000 per kilogram, bahkan sempat mencapai Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang warga, Inayah, mengaku membeli ayam broiler dengan harga Rp20.000 per kilogram. Menurutnya, terdapat perbedaan harga antar pedagang meski tidak terlalu signifikan.

“Tadi pagi saya beli Rp20.000 per kilogram. Ada tetangga yang beli di pedagang lain seharga Rp22.000 per kilogram,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Murahnya harga ayam dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk membeli dalam jumlah lebih banyak. Inayah mengaku membeli tiga kilogram ayam untuk diolah menjadi makanan yang bisa disimpan lebih lama.

“Saya beli tiga kilogram untuk dibuat rolade ayam dan disimpan di kulkas,” tambahnya.

Di sisi lain, pedagang ayam di Pasar Mimbaan, Kecamatan Panji, mengungkapkan bahwa anjloknya harga dipengaruhi menurunnya serapan pasar. Salah satunya berasal dari berkurangnya aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya menjadi penyerap utama pasokan ayam broiler.

Menurut Halimah, pedagang ayam setempat, saat program MBG berjalan normal, permintaan ayam meningkat sehingga harga cenderung bertahan tinggi. Namun ketika sejumlah kegiatan MBG berhenti sementara, pasokan ayam yang sudah diproduksi tetap mengalir ke pasar dan menyebabkan kelebihan stok.

“Saat MBG berjalan, permintaan ayam tinggi sehingga harga ikut naik. Sekarang banyak yang libur, sementara pasokan ayam tetap banyak, akhirnya harga turun tajam,” katanya.

Penurunan harga disebut berlangsung sejak 10 Juni 2026 dan terus berlanjut hingga hari ini. Dalam waktu singkat, harga ayam yang sebelumnya berada di level tinggi merosot hingga setengahnya.

“Harganya turun terus setiap hari sampai sekarang menyentuh Rp20.000 per kilogram,” imbuh Halimah.

Kondisi ini memberikan keuntungan bagi konsumen karena bisa membeli ayam dengan harga lebih murah. Namun di sisi lain, penurunan tajam tersebut berpotensi menekan pendapatan pedagang dan peternak ayam broiler apabila berlangsung dalam jangka waktu panjang. (Imam)