Penguatan Koperasi Jadi Fokus, Bupati Sumenep Ajak Perkuat Ekonomi Kerakyatan

NEWS SATU301 Dilihat

Sumenep, Kamis 16 Juli 2026 | News Satu – Penguatan koperasi kembali menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa transformasi tata kelola, peningkatan profesionalisme, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, koperasi memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat karena dibangun atas prinsip kebersamaan, gotong royong, kekeluargaan, dan partisipasi aktif para anggotanya.

“Koperasi harus terus diperkuat sebagai sokoguru perekonomian nasional sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo, Kamis (16/7/2026).

Bupaati Fauzi menegaskan bahwa perkembangan ekonomi yang semakin dinamis menuntut koperasi melakukan transformasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas gerakan koperasi di Indonesia.

“Salah satu langkah utama yang dinilai mendesak adalah penguatan tata kelola organisasi agar koperasi mampu meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme dalam menjalankan usahanya,” katanya.

Menurutnya, tata kelola yang sehat akan meningkatkan kepercayaan anggota, memperkuat kredibilitas kelembagaan, sekaligus memperbesar peluang koperasi untuk tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi nasional.

“Selain reformasi kelembagaan, Bupati juga mengajak seluruh insan koperasi memperkuat semangat gotong royong, solidaritas, inovasi, dan kolaborasi sebagai fondasi menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi kepada koperasi agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada anggotanya.

“Keberhasilan pengembangan koperasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Sinergi antara pemerintah, gerakan koperasi, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan,” tukasnya.

Momentum Hari Koperasi ke-79 juga diharapkan menjadi titik penguatan transformasi koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan daya saing usaha, serta memperluas kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peringatan Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk memperkuat inovasi sehingga koperasi semakin maju, tangguh, dan mampu menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sumenep berharap penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat lahirnya koperasi yang sehat, modern, adaptif, serta mampu menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional berbasis kerakyatan. (Rose)