Hadiri PENAS XVII, Prabowo Dorong Revolusi Teknologi Pertanian Nasional

Gorontalo, Rabu 24 Juni 2026 | News Satu- Presiden menegaskan komitmen pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional dengan mendorong transformasi teknologi di sektor pertanian dan perikanan. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di , Rabu (24/6/2026).

Kegiatan nasional yang mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional” itu dihadiri sekitar 50 ribu peserta dari seluruh Indonesia, terdiri atas petani, nelayan, pemerintah daerah, organisasi profesi, pelaku usaha pangan, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan.

Kehadiran Presiden disambut antusias ribuan peserta yang memadati lokasi acara. Prabowo tampak mengenakan Upiya Karanji, penutup kepala tradisional khas Gorontalo sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Dalam laporannya, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa PENAS XVII menjadi ajang konsolidasi terbesar petani dan nelayan nasional karena diikuti peserta dari 38 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota.

Menurut Amran, peserta yang hadir merepresentasikan kekuatan besar sektor pangan Indonesia, mencakup sekitar 162 juta petani beserta keluarganya dan sekitar 14 juta nelayan di seluruh Indonesia.

“Kami laporkan kepada Bapak Presiden, yang hadir berasal dari 38 provinsi dan lebih dari 400 kabupaten/kota yang mewakili petani dan nelayan Indonesia,” kata Amran.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan dan kemandirian bangsa.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para petani dan nelayan yang selama ini berperan menjaga pasokan pangan nasional sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian rakyat.

“Saya merasa terhormat bisa hadir di tengah-tengah petani dan nelayan Indonesia dalam acara yang sangat penting ini,” ujar Prabowo.

Presiden juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan petani dan nelayan telah terjalin sejak lama. Sebagai mantan prajurit, ia menilai keberadaan petani dan nelayan memiliki peran historis dalam mendukung perjalanan bangsa Indonesia.

“Saya mantan prajurit Indonesia, dan sejak awal tentara Indonesia selalu didukung oleh petani dan nelayan,” katanya.

Momentum PENAS XVII juga dimanfaatkan pemerintah untuk memperkenalkan berbagai inovasi teknologi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pangan nasional.

Usai memberikan sambutan, Presiden meninjau langsung area Gelar Teknologi dan Teknologi Budidaya Padi Pertanian Modern berbasis Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Berbagai inovasi yang dipamerkan meliputi teknologi pertanian modern, perikanan, peternakan, perkebunan, hingga sistem pendukung swasembada pangan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pangan nasional.

PENAS XVII dinilai menjadi forum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, nelayan, akademisi, dan pelaku usaha guna mempercepat transformasi sektor pangan menuju target swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia, Panglima TNI , serta Kapolri . (Den)