Bupati Sumenep Dorong MPLS Humanis Dan Bebas Kekerasan

NEWS SATU320 Dilihat

Sumenep, Kamis 16 Juli 2026 | News Satu – Pemerintah Kabupaten Sumenep memperketat pengawasan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah pada hari pertama kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh satuan pendidikan menjalankan MPLS sesuai ketentuan dan terbebas dari praktik perundungan, perploncoan, maupun intimidasi terhadap peserta didik baru.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo masa pengenalan sekolah harus menjadi ruang edukasi yang aman dan nyaman bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan belajar, tenaga pendidik, tata tertib sekolah, serta budaya akademik yang positif.

“Kami sudah menyampaikan bahwa berkaitan dengan penerimaan siswa-siswi baru, itu lebih kepada edukasi dan pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Achmad Fauzi, Kamis (16/7/2026).

Bupati Sumenep, menegaskan bahwa kegiatan MPLS tidak boleh bergeser menjadi ajang senioritas ataupun aktivitas yang mengandung unsur kekerasan fisik maupun tekanan psikologis kepada peserta didik.

Karena itu, pemerintah daerah meminta seluruh kepala sekolah memperkuat pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk aktivitas yang melibatkan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Koordinasi antara pihak sekolah, guru, dan siswa senior dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai ketentuan.

Bupati juga menegaskan bahwa seluruh kepala sekolah telah diingatkan agar bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan MPLS di satuan pendidikan masing-masing.

“Kami tidak menyiapkan punishment, tetapi sudah memberikan warning kepada seluruh kepala sekolah agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. MPLS harus berisi edukasi, bukan kegiatan yang bersifat fisik ataupun memberikan tekanan mental,” tegasnya.

Pengawasan langsung pada hari pertama MPLS menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak. Pemerintah berharap seluruh sekolah menjadikan masa orientasi sebagai proses pembentukan karakter, penguatan budaya disiplin, serta adaptasi positif bagi peserta didik baru.

Melalui pengawasan tersebut, Pemkab Sumenep menegaskan bahwa seluruh proses pendidikan harus mengedepankan perlindungan terhadap peserta didik serta mendukung terciptanya iklim belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, dan intimidasi. (Rose)