oleh

Jembatan Penghubung Dua Desa Di Ogan Komering Ilir Memprihatinkan

News Satu, Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu 6 Januari 2018- Jembatan yang menjadi penghubung perekonomian antar masyarakat, dan jembatan  sebagai penghubung antara dua daerah cukup memprihantikan. Pasalnya, tiang jembatan tersebut dipenuhi rumput enceng gondok, seperti halnya jembatan sungai Komering yang menghubungkan dua (2) Desa  antara Desa Terate menuju ke Desa Belanti, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sudah Dua (2) tahun ini jembatan tersebut terancam oleh sampah dan rumput enceng gondok yang dibawa arus menabrak tiang jembatan hingga menyebabkan menumpuknya sampah dikolong jembatan dan terus bertambah jika tidak segera dibersihkan,” Kades Desa Belanti, Kecamatan SP Padang, Minggu (6/1/2019).

Nepri alias Bonar menuturkan,  sedangkan dalam Dua (2)tahun ini jika kondisi air sungai sedang pasang setiap tahunnya bisa dipastikan sampah ini akan menumpuk hingga mengganggu pelintasan perahu juga aktifitas sungai lainnya, namun untuk meminimalisir dampak negatif dari hal ini, pihaknya mengambil kebijakan dengan melakukan pembersihan secara manual bersama masyarakat setempat walaupun dengan peralatan seadanya.

“Untuk melakukan pembersihan yang bisa memakan waktu berhari-hari bahkan lebih jika sampahnya sedang menumpuk dan terus bertambah, ini setidaknya butuh biaya walaupun sekedar untuk swadaya yang kita sisihkan dari bantuan masyarakat terutama juga dana pribadi kita sendiri,” jelasnya.

Rumput yang dibawa arus dari sungai desa Pedamaran Kabupaten OKI, menyebabkan menumpuknya enceng gondok dan sampah yang diperkirakan bisa berdampak negatif pada badan jembatan bahkan roboh.

“Ditambah saat ini kondisi sungai sedang pasang memungkinkan sampah lebih menumpuk hingga Puluhan meter lebarnya dan tak jarang sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh bangkai hewan dan sebagainya,” tuturnya.

Dalam hal ini pihaknya berharap kepada Pemerintah setempat terutama Instansi terkait untuk dapat memberikan solusi tepat dari kendala dan permasalahan tersebut.

“Secara rutin pembersihan enceng gondok ataupun sampah dijembatan ini bila perlu dibentuk tim penanggulangan dari masyarakat setempat,” harapnya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.