Ning Lia Lepas Tukik di Pantai Tanjung Penyu, Gaungkan Konservasi dan Pelestarian Ekosistem Pesisir

Malang, Senin 28 September 2026 | News Satu- Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian satwa melalui aksi pelepasliaran tukik atau anak penyu di kawasan Wisata Alam Pantai Tanjung Penyu, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Safari Perhutanan Sosial 2026, yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok perhutanan sosial, komunitas lingkungan, hingga masyarakat pesisir dalam upaya memperkuat konservasi berbasis kolaborasi.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu tampak turun langsung ke bibir pantai untuk melepas tukik menuju habitat alaminya. Dengan penuh perhatian, ia mengamati anak-anak penyu yang mulai bergerak perlahan di atas pasir menuju lautan lepas.

“Ayo, Tukik sayang, cepat keluar. Lautan menunggumu,” ujar Ning Lia saat menyemangati tukik yang mulai bergerak menuju ombak, Senin (28/9/2026).

Bagi Ning Lia, pelepasliaran tukik bukan hanya kegiatan simbolis. Menurutnya, aksi tersebut membawa pesan besar tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang aman di habitat alaminya.

Lanjut Lia, Pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan sekitar hutan.

“Pelepasan tukik ini sederhana, tetapi pesannya besar. Kita sedang mengembalikan kehidupan ke habitatnya. Menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan masyarakat agar konservasi berjalan dan manfaatnya dirasakan bersama,” kata Ning Lia.

Menurutnya, keberhasilan program konservasi tidak hanya ditentukan oleh regulasi pemerintah, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Ning Lia menilai masyarakat harus menjadi bagian utama dalam upaya pelestarian lingkungan. Keterlibatan warga dalam menjaga kawasan hutan, pesisir, dan habitat satwa liar dinilai mampu memperkuat keberlanjutan program konservasi.

“Pendekatan perhutanan sosial yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tandasnya.

Safari Perhutanan Sosial di Pantai Tanjung Penyu sendiri mengusung semangat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kawasan dan perlindungan fungsi ekologis. Pelepasliaran tukik menjadi simbol bahwa pembangunan dan konservasi harus berjalan beriringan.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, antara lain Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI Apri Dwi Sumarah, Anggota DPRD Jawa Timur Hj. Jajuk Rendra Kresna dan Hj. Anik Maslachah.

Turut hadir Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Dr. Nurkholis, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.

Kegiatan itu juga mendapat perhatian publik dengan hadirnya vokalis grup musik Slank, Kaka Slank, yang ikut menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem alam Indonesia.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, berharap Safari Perhutanan Sosial di Pantai Tanjung Penyu menjadi titik awal penguatan gerakan serupa di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Mudah-mudahan acara Safari Perhutanan Sosial ini menjadi titik pertama yang akan bergeser ke timur dan bergeser ke barat,” pungkasnya.

Bagi Ning Lia, tukik-tukik yang bergerak menuju laut menjadi simbol harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih baik. Ia menilai menjaga alam dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

Melalui pelepasliaran tukik di Pantai Tanjung Penyu, pesan yang ingin disampaikan jelas pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama demi menjaga keberlangsungan ekosistem untuk generasi mendatang. (Kiki)