oleh

Dinkes Sumenep Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

News Satu, Sumenep, Selasa 26 Maret 2019- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Bahkan, sarana prasarana di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus dilakukan peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. A. Fathoni mengungkapkan, dana pembangunan sarana dan prasarana tahun 2018 dan tahun 2019 berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pihaknya memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas untuk meningkatkan bangunan ruang rawat inap yang keberadaannya belum optimal.

“Pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas tahun 2019 diantaranya Puskesmas Moncek, Leggung, Talango, Batuputih, dan Puskesmas Manding. Target pelaksanaan secepatnya, sebab untuk proses lelang sudah masuk di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” katanya, Selasa (26/3/2019).

Sementara Bupati Sumenep, Dr. KH. Abuya Busyro Karim, M.Si, mengatakan, Pemerintah Daerah memang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas. Pada tahun 2018. Pemerintah Daerah telah membangun sarana dan prasarana kesehatan di tujuh titik, dengan anggaran anggaran Rp 6,2 miliar, diantaranya tiga Gedung Rawat Inap di Puskesmas Rubaru, Pasongsongan, dan Guluk-guluk yang anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan, pada tahun Pemerintah telah memprogramkan pembangunan sarana dan prasarana di Puskesmas lainnya.

“Untuk tahun ini pembangunannya ada dua belas titik sarana dan prasarana di beberapa Puskesmas di Kabupaten Sumenep, dengan anggaran dana mencapai Rp 10,1 miliar yang tujuannya rata-rata untuk rehab rawat inap,” ujara Bupati Sumenep dua periode ini.

Oleh karena itu, lanjut mantan Ketua DPRD Sumenep, masyarakat hendaknya memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas, sebab tujuan dari peningkatan pembangunan Puskesmas ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Sebanyak tiga puluh Puskesmas di Kabupaten Sumenep telah melakukan pelayanan rawat inap untuk masyarakat yang memerlukan perawatan rawat inap, dan jauh dari pusat rujukan ke Rumah Sakit Daerah,” pungkasnya. (Ifa/Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.