Era Baru Layanan Kesehatan Sumenep, Data Pasien Kini Terintegrasi Nasional

Sumenep, Minggu 27 September 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan dengan mengintegrasikan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) ke dalam platform nasional SATUSEHAT. Langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan kesehatan agar lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Integrasi tersebut memungkinkan data rekam medis pasien dikelola secara elektronik dan terhubung langsung dengan ekosistem kesehatan digital nasional, sehingga riwayat pelayanan kesehatan dapat diakses secara lebih efektif sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, mengatakan digitalisasi pelayanan kesehatan menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya tuntutan layanan yang cepat, akurat, dan terintegrasi.

“Melalui SIMPUS ini, data rekam medis pasien dapat dikelola secara elektronik dan dihubungkan dengan platform SATUSEHAT,” ujar Ellya, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk mendukung pertukaran informasi kesehatan secara digital antar fasilitas pelayanan kesehatan sehingga proses pelayanan pasien dapat berlangsung lebih efektif dan berkesinambungan.

Dengan integrasi ini, data kesehatan masyarakat tidak lagi tersimpan secara terpisah di masing-masing fasilitas kesehatan, tetapi menjadi bagian dari jaringan informasi kesehatan yang saling terhubung dalam satu ekosistem nasional.

“Dengan integrasi ini, data kesehatan tidak lagi hanya tersimpan sebagai informasi di masing-masing fasilitas pelayanan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem informasi kesehatan yang lebih terhubung,” jelasnya.

Dalam sistem yang terintegrasi tersebut, berbagai informasi penting pasien dapat dikelola secara elektronik, mulai dari Rekam Medis Elektronik (RME), diagnosis dan tindakan medis, riwayat penggunaan obat, data alergi, hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

Ketersediaan data yang lebih lengkap dan terstruktur dinilai dapat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan analisis kondisi pasien serta mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat.

Bagi masyarakat, digitalisasi rekam medis diharapkan mampu memangkas proses administrasi pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemudahan akses terhadap layanan medis. Sementara bagi tenaga kesehatan, sistem ini menjadi instrumen penting untuk memperoleh informasi pasien secara lebih cepat dan akurat.

“Pemanfaatan data secara terintegrasi diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi klinis yang lebih lengkap dalam mendukung pelayanan kepada pasien,” kata Ellya.

Transformasi digital kesehatan ini juga menjadi jawaban atas tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan. Melalui sistem digital yang terhubung, akses informasi kesehatan di berbagai wilayah dapat berjalan lebih efektif tanpa terhambat jarak.

Dinkes-P2KB Sumenep menilai penguatan sistem informasi kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.

Integrasi SIMPUS dengan SATUSEHAT dan Rekam Medis Elektronik menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas layanan kesehatan sekaligus mendukung implementasi kebijakan transformasi kesehatan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

“Bagi kami, transformasi digital kesehatan bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tenaga kesehatan melalui layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan berbasis data,” tegas Ellya.

Ke depan, Pemkab Sumenep menargetkan penguatan sistem informasi kesehatan terus dikembangkan guna menciptakan ekosistem layanan kesehatan digital yang aman, terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan.

Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam mempercepat modernisasi layanan kesehatan berbasis teknologi untuk mendukung pelayanan publik yang lebih berkualitas dan efisien. (Robet)