Sumenep, Selasa 12 Mei 2026 | News Satu- Peringatan Hari Bidan Internasional 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis tenaga bidan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan seperti Kabupaten Sumenep, Madura.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak yang memiliki kontribusi besar dalam keselamatan proses kehamilan hingga persalinan.
“Bidan menjadi salah satu elemen penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat dan berperan sejak awal proses kehamilan sampai masa nifas,” ujar dr. Erliyati, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, tugas bidan tidak hanya sebatas penanganan medis, tetapi juga mencakup edukasi kesehatan, pendampingan psikologis, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Ia menyebut pendekatan humanis yang dilakukan para bidan selama ini menjadi faktor penting dalam membantu ibu hamil menjalani proses kehamilan dan persalinan secara aman.
“Peran bidan bukan hanya tindakan medis, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan dengan aman,” katanya.
Di Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah kepulauan dengan tantangan geografis cukup kompleks, keberadaan bidan dinilai semakin vital. Dalam banyak kondisi, bidan menjadi tenaga kesehatan pertama bahkan satu-satunya yang dapat diakses masyarakat di daerah terpencil.
“Di wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan, bidan sering menjadi ujung tombak pelayanan. Karena itu penguatan kapasitas dan pemerataan tenaga bidan sangat penting,” ungkapnya.
Menurut dr. Erliyati, tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak ke depan semakin kompleks, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kebidanan harus menjadi prioritas bersama.
Selain peningkatan kompetensi, pemerataan distribusi tenaga bidan juga dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan setara.
“Ke depan perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi serta distribusi tenaga bidan agar pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin optimal,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, fasilitas kesehatan, maupun masyarakat untuk terus memperkuat dukungan terhadap profesi bidan sebagai bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Peringatan Hari Bidan Internasional, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak lepas dari pengabdian para bidan yang bekerja langsung di lapangan.
“Keselamatan ibu dan bayi sangat bergantung pada peran besar para bidan,” pungkasnya. (Robet)






