Sumenep, Kamis 16 Juli 2026 | News Satu – Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mencatat peningkatan kinerja pada berbagai indikator mutu pelayanan selama Semester I Tahun 2026.
Evaluasi internal menunjukkan mayoritas indikator strategis rumah sakit berada pada kategori tinggi, mulai dari keselamatan pasien, kepatuhan tenaga kesehatan, hingga kecepatan penanganan pengaduan masyarakat. Publikasi indikator mutu yang mencakup Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menerapkan transparansi sekaligus memastikan setiap layanan terus dievaluasi secara berkelanjutan.
Pada periode April–Juni 2026 (Triwulan II), tingkat kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Sementara itu, kepatuhan terhadap program pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap tercatat 95,14 persen, mencerminkan penguatan budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit.
Dari aspek pelayanan publik, respons terhadap pengaduan masyarakat juga menunjukkan performa positif. Tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 89,76 persen, yang menggambarkan komitmen rumah sakit dalam menindaklanjuti setiap keluhan, masukan, maupun evaluasi dari pasien dan keluarga.
Indikator operasional rumah sakit turut menunjukkan kinerja yang stabil. Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di angka 76,85 persen, sedangkan rata-rata lama perawatan pasien (Average Length of Stay/ALOS) tercatat 5,32 hari.
Pada pelayanan farmasi, rata-rata waktu penyediaan obat racikan mencapai 18,45 menit, sementara obat nonracikan 26,32 menit. Ketepatan jadwal tindakan operasi juga mencapai 92,67 persen, menunjukkan efisiensi pelayanan di ruang bedah.
Capaian tersebut melanjutkan tren positif yang telah terlihat pada Triwulan I 2026. Saat itu, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen, ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis 93,62 persen, serta kepatuhan jadwal visite dokter spesialis 87,45 persen.
Selain itu, kepatuhan pemberian edukasi kepada pasien mencapai 90,17 persen, sedangkan kepatuhan penerapan hand hygiene berada di angka 96,34 persen. Untuk layanan laboratorium, ketepatan pelaporan hasil pemeriksaan mencapai 92,58 persen, dengan tingkat penolakan spesimen yang tetap rendah, yakni 1,42 persen.
Kinerja tersebut juga menjadi kelanjutan dari peningkatan mutu pelayanan sepanjang tahun sebelumnya. Pada Triwulan IV 2025, kepatuhan identifikasi pasien mencapai 95,96 persen, kelengkapan rekam medis 92,14 persen, dan mutu pelayanan farmasi 84,67 persen. Sementara pada Triwulan III 2025, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) mencapai 98,61 persen, kepatuhan identifikasi pasien 96,79 persen, serta tingkat kepuasan pasien 89,35 persen.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, menegaskan bahwa indikator mutu merupakan instrumen utama dalam memastikan seluruh pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar keselamatan pasien dan prinsip peningkatan mutu secara berkelanjutan.
“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, serta kepuasan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menurut Erliyati, setiap indikator yang dipublikasikan tidak sekadar menunjukkan capaian statistik, tetapi juga mencerminkan komitmen seluruh tenaga kesehatan dalam membangun budaya pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Ia menambahkan, evaluasi indikator mutu akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh unit rumah sakit.
“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.
Melalui evaluasi yang konsisten, penguatan budaya keselamatan pasien, serta keterbukaan terhadap hasil pengukuran kinerja, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang aman, profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Robet)






