Ratusan Mahasiswa Di Bali Diberi Pembekalan Etika AI

News Satu, Bali, Selasa 14 Mei 2024- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Badan Pengembangan SDM yang dipimpin oleh Hary Budiarto memberikan pembekalan kepada 100 mahasiswa di Bali mengenai etika pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Kegiatan ini, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi AI yang saat ini masih minim di Indonesia.

“Teknologi kecerdasan artifisial sudah sangat berkembang di dunia. Di Indonesia, baru tiga persen industri yang memanfaatkannya. Kami ingin memastikan perkembangan teknologi ini digunakan untuk kebaikan dan mengantisipasi dampak negatifnya,” ujar Hary, Selasa (14/5/2024).

Pembekalan ini menekankan pentingnya etika dalam pemanfaatan AI yang dibagi menjadi enam pilar: inklusivitas, demokrasi, kemanusiaan, keamanan, transparansi, serta kredibilitas dan akuntabilitas.

Hary menggarisbawahi bahwa mahasiswa, khususnya dari latar belakang teknologi informatika, perlu mengembangkan AI sesuai dengan prinsip-prinsip etika ini.

“Kemenkominfo sudah mengeluarkan surat edaran mengenai etika AI. Kami berharap kampus-kampus dapat menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kurikulum mereka, sehingga mahasiswa dapat menguasai teknologi ini dan menggunakannya untuk kemaslahatan,” tambahnya.

Acara ini diadakan di Primakara University dan diikuti oleh mahasiswa jurusan sistem informasi akuntansi, sistem informasi, dan informatika. Hary juga menyebutkan potensi besar pengembangan AI di Bali, terutama dalam mendukung sektor pariwisata.

“AI dapat membantu menciptakan destinasi wisata baru dengan menganalisis kondisi lokasi dan menentukan spot-spot yang menarik,” tandansya.

Hary juga menyoroti kendala utama dalam pemanfaatan AI di Indonesia, yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terampil. Oleh karena itu, Kemenkominfo berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan dan pelatihan serta menyiapkan anggaran untuk investasi teknologi.

“Kami terus bergerak ke berbagai kampus dan lembaga pendidikan untuk memberikan pelatihan. Kami juga menyiapkan anggaran untuk membeli mesin dan investasi dalam teknologi ini,” pungkasnya.

Dengan inisiatif ini, Kemenkominfo berharap dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi AI di Indonesia, menjadikannya lebih siap dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi global. (Imad)

Komentar