Pamekasan, Senin 10 Agustus 2026 | News Satu – Turnamen sepak bola antarkepala desa terbesar di Jawa Timur, Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cup II 2026, resmi bergulir di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah memperkuat sinergi, kolaborasi, dan solidaritas para kepala desa dalam mendukung pembangunan daerah.
Pembukaan turnamen dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Ketua PKDI Pamekasan Farid Afandi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup J PKDI Cup II 2026 tingkat Jawa Timur, yang mempertemukan tim kepala desa dari Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.
Ketua Panitia Pelaksana PKDI Cup II 2026, A. Fauzi M., menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 6, 8, dan 10 Agustus 2026 dengan sistem setengah kompetisi.
“Setiap tim hanya bertemu satu kali tanpa format kandang dan tandang. Juara grup dan sejumlah runner-up terbaik akan melaju ke fase berikutnya hingga menuju putaran nasional di Jawa Tengah,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Menurut Fauzi, PKDI Cup telah berkembang menjadi agenda olahraga sekaligus forum silaturahmi antarkepala desa. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah edisi perdana digelar di Kabupaten Gresik.
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, panitia menerapkan verifikasi administrasi secara ketat. Seluruh peserta diwajibkan menunjukkan dokumen resmi berupa surat keputusan (SK) pengangkatan kepala desa, identitas kependudukan, serta dokumen pendukung lainnya sebelum dinyatakan lolos sebagai pemain.
Panitia memastikan seluruh peserta merupakan kepala desa aktif dengan rata-rata usia di atas 40 tahun. Khusus Kabupaten Sampang, panitia memberikan dispensasi kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa berdasarkan kesepakatan bersama.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan semata-mata kompetisi, tetapi mempererat persaudaraan, menjaga kesehatan, dan membangun komunikasi antarkepala desa,” kata Fauzi.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menilai olahraga memiliki kekuatan menyatukan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang jabatan maupun status sosial.
Menurutnya, nilai-nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan kebersamaan yang lahir dari olahraga dapat menjadi modal penting dalam membangun desa dan daerah.
“Di lapangan hijau yang dikedepankan bukan jabatan atau status sosial, melainkan kebersamaan, kerja sama, disiplin, dan sportivitas. Nilai-nilai inilah yang harus dibawa dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memperluas akses olahraga melalui pembangunan stadion representatif di 13 kecamatan secara bertahap.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga dan pemberdayaan desa, Pemkab Pamekasan juga membebaskan biaya sewa Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan selama turnamen berlangsung.
“Kami ingin olahraga menjadi ruang pemersatu sekaligus sarana membangun sinergi. Karena membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi seluruh elemen,” pungkasnya.
PKDI Cup II 2026 menjadi bukti bahwa kepala desa tidak hanya berperan sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat desa, tetapi juga mampu membangun jejaring kolaborasi melalui olahraga untuk memperkuat pembangunan berbasis kebersamaan di daerah. (Yudi)






