Probolinggo, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan menggelar upacara di halaman Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (1/10/2026). Dalam momentum tersebut, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar dihafalkan.
Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” itu diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, dan sejumlah pejabat daerah.
Dalam amanatnya, Bupati Haris menekankan bahwa Pancasila merupakan pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan, pelayanan publik, hingga kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan dan tindakan.
“Pancasila bukan sekadar kata-kata. Pancasila adalah amanah yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila akan tetap sakti jika diamalkan, bukan hanya dihafalkan,” tegas Haris.
Pada kesempatan yang sama, Pemkab Probolinggo juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) mutasi kepada lima guru dari total 189 tenaga pendidik yang mendapatkan penataan tugas. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan SK kepada 10 perwakilan PPPK Paruh Waktu dari total 2.725 penerima.
Bupati Haris menjelaskan, penataan guru dilakukan untuk meningkatkan pemerataan layanan pendidikan sekaligus memperhatikan aspek kemanusiaan agar tenaga pendidik dapat bekerja lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Namun demikian, kebutuhan guru di wilayah pelosok tetap menjadi prioritas.
“Saya ingin guru bisa bekerja lebih dekat dengan rumahnya. Tetapi jika tidak ada yang mau mengajar di daerah pelosok, siapa yang akan mendidik anak-anak di wilayah tersebut,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Haris juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Menurutnya, kualitas jalan memiliki dampak langsung terhadap sektor pertanian, distribusi hasil produksi, mobilitas masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata daerah.
Ia menilai pembangunan infrastruktur yang baik mampu menekan biaya transportasi masyarakat dan meningkatkan efisiensi ekonomi.
“Jalan yang baik akan mendukung ketahanan pangan, memperlancar distribusi hasil pertanian, mengurangi biaya operasional kendaraan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Tidak hanya itu, Bupati Haris juga menyoroti isu perlindungan perempuan dan anak yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Probolinggo. Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius adalah tingginya angka perkawinan dini dan kasus penelantaran keluarga pasca perceraian.
Pemerintah daerah, kata Haris, tengah menyiapkan langkah strategis berupa regulasi yang bertujuan memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak. Usulan tersebut akan melibatkan Forum Anak Kabupaten Probolinggo sebagai bagian dari upaya membangun kebijakan yang lebih berpihak kepada generasi muda.
“Kami akan menyiapkan regulasi terkait perlindungan perempuan dan anak, termasuk langkah untuk menekan angka perkawinan dini dan mencegah penelantaran keluarga,” ungkapnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah bangsa, tetapi juga menjadi ajang penguatan komitmen pemerintah daerah dalam membangun pendidikan, infrastruktur, dan perlindungan sosial demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Bambang)






