Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Sumenep Ingatkan Bahaya Hoaks di Era Digital

Sumenep, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kewaspadaan terhadap arus informasi di era digital.

Pesan tersebut disampaikan Fauzi saat memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026). Menurutnya, tantangan menjaga nilai-nilai Pancasila saat ini tidak hanya datang dari persoalan sosial dan budaya, tetapi juga dari derasnya penyebaran informasi di media digital yang berpotensi memicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.

“Meskipun kita berbeda-beda, kita tetap satu. Persatuan harus terus dijaga karena Indonesia dibangun di atas keberagaman,” kata Achmad Fauzi Wongsojudo usai upacara.

Fauzi menegaskan, Pancasila tidak boleh hanya dipahami sebagai dasar negara atau simbol kebangsaan semata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun ruang digital.

Bupati Fauzi menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila seharusnya menjadi refleksi bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan, toleransi, dan gotong royong di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Peringatan ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Pancasila harus menjadi pegangan hidup seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumenep juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Menurutnya, media sosial memberikan banyak manfaat, namun juga menjadi ruang penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi, menghindari hoaks, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Generasi muda harus benar-benar cerdas dalam menghadapi era digital. Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat harus membiasakan diri melakukan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif.

“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana membangun pengetahuan, memperluas wawasan, dan memperkuat persatuan bangsa, bukan sebaliknya menjadi alat penyebaran informasi menyesatkan,” tandasnya.

Bupati Sumenep berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga nilai persatuan, toleransi, serta meningkatkan kecerdasan digital sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern.

“Pancasila harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, menghadapi perkembangan teknologi, dan membangun Indonesia yang lebih kuat di masa depan,” pungkasnya. (Rose)