Pamekasan, Senin 11 Mei 2026 | News Satu- Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP) memanfaatkan momentum Halal Bihalal 1447 Hijriah untuk memperkuat soliditas insan pers sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, legislatif, yudikatif, dan sektor swasta dalam mengawal pembangunan daerah.
Kegiatan yang digelar di kediaman Hendra HL, Humas PIJP sekaligus pemilik Barokah Catering di Jalan Bahagia Nomor 13, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kebersamaan. Sejumlah wartawan, tokoh masyarakat, hingga mitra strategis PIJP turut hadir dalam agenda tersebut.
Ketua Umum PIJP, Sujak Lukman, menegaskan Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan pasca-Idulfitri, tetapi menjadi ruang strategis membangun kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Kabupaten Pamekasan.
“Melalui momentum Halal Bihalal ini, kami ingin memperkuat sinergi antara media, pemerintah, legislatif, dan yudikatif. Kolaborasi ini penting untuk mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Ia menilai media memiliki posisi strategis sebagai pengontrol sosial sekaligus penyampai informasi yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat. Karena itu, hubungan harmonis antara insan pers dan pemerintah perlu terus diperkuat dengan tetap mengedepankan independensi jurnalistik.
Selain membahas sinergi kelembagaan, Sujak juga mendorong seluruh pihak meningkatkan integritas dalam tata kelola pemerintahan daerah. Ia menilai sektor pariwisata dan UMKM memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat Pamekasan apabila dikelola secara serius dan transparan.
“Momentum ini harus menjadi penguat kebersamaan, komitmen kolektif, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.
PIJP juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis yang selama ini menjalin kerja sama positif dengan media dalam menyampaikan informasi publik secara terbuka dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris PIJP, Wahyudi, menekankan pentingnya menjadikan Halal Bihalal sebagai ruang refleksi moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik atau good governance.
Menurutnya, nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas harus terus diperkuat, terutama dalam pengawasan pembangunan daerah dan pengelolaan anggaran publik.
“PIJP berkomitmen mendorong tata kelola pemerintahan yang baik serta menolak segala bentuk penyimpangan, termasuk kebocoran pendapatan daerah,” tegas Wahyudi.
Ia berharap sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat semakin solid dalam mendukung pembangunan Pamekasan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Tambak Pring Surabaya, Gus Syuhadaullah, turut menyampaikan tausiyah tentang makna Halal Bihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sarat nilai persaudaraan dan rekonsiliasi sosial.
Menurutnya, substansi Halal Bihalal sejalan dengan nilai ajaran Islam karena menekankan silaturahmi, saling memaafkan, dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Halal Bihalal adalah bentuk kearifan budaya Indonesia untuk mengembalikan hubungan yang renggang menjadi harmonis kembali,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi titik penguatan kolaborasi antara insan pers dan seluruh elemen daerah dalam menjaga iklim demokrasi, keterbukaan informasi, dan pembangunan yang sehat di Kabupaten Pamekasan. (Yudi)






