Rehabilitasi Narkoba Tak Lagi Sekadar Pengobatan, Ini Strategi Baru Pemerintah

Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Pemerintah mulai menyiapkan formulasi baru dalam penanganan penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda. Presiden Prabowo Subianto mendorong penyusunan model rehabilitasi berbasis pendidikan dan teknologi agar pengguna narkoba tidak hanya pulih, tetapi juga mampu kembali menjalani kehidupan yang produktif.

Arahan tersebut disampaikan Presiden kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan masalah narkoba yang masih menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai pendekatan rehabilitasi yang telah dikembangkan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

“Bapak Presiden mengarahkan bagaimana model kurikulum dan pendidikan yang ada sehingga dapat benar-benar memberikan perubahan bagi para pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi,” ujar Brian, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, sejumlah kampus telah mengembangkan metode rehabilitasi yang memadukan pendekatan medis, psikologis, pendidikan, dan teknologi. Pengalaman tersebut akan dijadikan dasar dalam merumuskan konsep rehabilitasi nasional yang lebih efektif.

Pemerintah juga menerima berbagai masukan dari kalangan akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, hingga praktisi rehabilitasi yang selama ini menangani korban penyalahgunaan narkoba. Brian menjelaskan, praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan perguruan tinggi akan dikompilasi dan diformulasikan menjadi model rehabilitasi yang dapat diterapkan secara lebih luas.

“Kami akan merumuskan berbagai praktik baik yang sudah dikembangkan kampus dan perguruan tinggi agar proses rehabilitasi, terutama bagi remaja dan anak muda, benar-benar mampu menyelesaikan akar permasalahan yang mereka hadapi,” katanya.

Selain mengadopsi pengalaman dalam negeri, pemerintah juga akan mempelajari berbagai model rehabilitasi yang telah diterapkan di sejumlah negara. Fokus utama diarahkan pada pendekatan pendidikan modern yang didukung pemanfaatan teknologi.

Menurut Brian, Presiden Prabowo menilai perkembangan teknologi dapat menjadi instrumen penting dalam mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan efektivitas rehabilitasi.

“Presiden juga memberikan arahan agar kita mempelajari praktik terbaik dari negara lain, khususnya model rehabilitasi dan pendidikan yang memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga permasalahan narkoba bisa ditangani secara lebih optimal,” tandasnya.

Pemerintah menilai kemudahan akses terhadap narkoba yang saat ini semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja membutuhkan strategi penanganan yang lebih komprehensif. Karena itu, rehabilitasi tidak lagi hanya berorientasi pada pemulihan kesehatan, tetapi juga pada pembangunan karakter, keterampilan, dan produktivitas peserta rehabilitasi.

Brian menegaskan konsep yang tengah disusun bersama perguruan tinggi akan melibatkan berbagai disiplin ilmu, termasuk kedokteran, psikologi, pendidikan, dan teknologi.Pendekatan multidisiplin tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem rehabilitasi yang lebih berkelanjutan serta membantu mantan pengguna narkoba kembali berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Targetnya bukan hanya sembuh, tetapi juga produktif. Karena itu kami melibatkan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan psikologi yang selama ini berpengalaman dalam rehabilitasi pengguna maupun pecandu narkoba,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang dengan berbagai modus baru.

Dengan dukungan dunia pendidikan, teknologi, dan tenaga profesional, pemerintah berharap model rehabilitasi yang sedang dirancang dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus mempercepat pemulihan para korban. (Den)