Pamekasan, Sabtu 25 Juli 2026 | News Satu – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi mendorong percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sebagai langkah memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan akses bahan bakar solar yang selama ini menjadi kendala utama aktivitas melaut.
Dorongan itu disampaikan Menteri Koperasi Ferry Joko Yuliantono saat menghadiri Silaturahmi Menteri Koperasi bersama ulama, tokoh masyarakat, gerakan koperasi, pelaku usaha, dan perbankan di Pendopo Agung Ronggosukowati, Pamekasan.
Dalam sesi dialog, seorang nelayan mengungkapkan kesulitan memperoleh solar yang berdampak langsung terhadap produktivitas melaut. Menanggapi aspirasi tersebut, Ferry meminta para nelayan membentuk koperasi sebagai wadah untuk mengelola SPBUN secara mandiri.
“Silakan bentuk koperasi. Dari koperasi itu nanti bisa membangun SPBU khusus nelayan atau SPBUN,” ujar Ferry, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Ferry, pemerintah telah memangkas proses perizinan pembangunan SPBUN agar investasi di sektor perikanan lebih mudah direalisasikan. Jika sebelumnya proses perizinan harus melalui sejumlah tahapan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, kini persetujuan cukup diperoleh melalui PT Pertamina Patra Niaga.
Ia menilai penyederhanaan regulasi tersebut membuka peluang lebih luas bagi koperasi, badan usaha milik daerah (BUMD), maupun pihak swasta untuk membangun SPBUN beserta fasilitas pendukung seperti pabrik es dan cold storage di kawasan pesisir.
“Koperasi harus menjadi badan usaha yang benar-benar menjalankan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat bagi anggotanya,” tegas Ferry.
Menurutnya, transformasi koperasi tidak lagi hanya berfokus pada kegiatan simpan pinjam, tetapi juga harus masuk ke sektor riil seperti produksi, distribusi, energi, pertanian, dan perikanan. Di sektor kelautan, koperasi diharapkan mampu memenuhi kebutuhan utama nelayan, mulai dari pasokan solar, penyediaan es, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.
Ferry menjelaskan, arah kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional, sejajar dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan sektor swasta.
Karena itu, Kementerian Koperasi terus mendorong transformasi koperasi melalui penguatan usaha, digitalisasi, serta konsolidasi kelembagaan agar memiliki skala ekonomi yang lebih besar dan mampu bersaing.
Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyatakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan siap memberikan dukungan penuh apabila terdapat koperasi maupun pelaku usaha yang berminat membangun SPBUN di wilayahnya.
“Kami siap mempermudah dan memfasilitasi, termasuk memberikan surat pengantar kepada Pertamina apabila ada yang ingin membangun SPBU nelayan,” kata Kholilurrahman.
Ia menambahkan, pembangunan SPBUN dapat diarahkan di kawasan pesisir utara maupun selatan Pamekasan agar akses bahan bakar bagi nelayan menjadi lebih dekat, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
Keberadaan SPBUN dinilai menjadi salah satu infrastruktur strategis yang tidak hanya memperlancar distribusi energi bagi nelayan, tetapi juga berpotensi memperkuat ekonomi pesisir melalui pengembangan ekosistem usaha berbasis koperasi yang berkelanjutan.(Yudi)






