Pamekasan, Minggu 30 Agustus 2026 | News Satu- Kabupaten Pamekasan kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Di tengah tantangan kebijakan fiskal yang menuntut pemerintah daerah lebih inovatif dan kolaboratif, Pamekasan berhasil masuk enam besar daerah terbaik dalam Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang berfokus pada peningkatan tata kelola layanan publik, khususnya pengelolaan sampah.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Jakarta, Kabupaten Pamekasan berhasil menempati peringkat keenam dari 30 kabupaten/kota di Indonesia yang lolos dalam program tersebut.
“Informasi dari Jakarta bahwa Pamekasan masuk dalam 30 besar yang berhak mendapatkan LSDP dengan ranking 6. Artinya, Pamekasan termasuk enam daerah terbaik,” ujar Kholilurrahman, Minggu (30/8/2026).
Masuknya Pamekasan dalam jajaran enam besar nasional menjadi sinyal positif terhadap upaya pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui program LSDP, pemerintah daerah akan memperkuat tata kelola sampah dari hulu hingga hilir. Tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga pengelolaan berdasarkan jenis, pemanfaatan kembali, hingga peningkatan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
Menurut Kholilurrahman, implementasi program tersebut diproyeksikan mulai berjalan dalam waktu dekat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama kegiatan itu sudah bisa dimulai, yaitu tata kelola sampah mulai dari hulu sampai hilir,” katanya.
Selain peningkatan kualitas lingkungan, program LSDP juga membawa peluang dukungan pendanaan yang signifikan. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp125 miliar yang akan dialokasikan kepada 30 kabupaten/kota peserta program di seluruh Indonesia.
Meski belum merinci besaran alokasi yang akan diterima Kabupaten Pamekasan, Kholilurrahman optimistis program tersebut dapat memperkuat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis lingkungan.
“Kalau dana mudah-mudahan tidak berkurang, insyaallah akan ada Rp125 miliar untuk 30 kabupaten/kota yang masuk dalam LSDP,” terangnya.
Bupati menegaskan, keberhasilan Pamekasan menembus enam besar nasional bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan buah kolaborasi seluruh elemen, termasuk aparatur pemerintahan dan masyarakat.
“Bupati tanpa kalian tidak akan ada artinya apa-apa. Bupati tanpa aparatur tidak akan dapat bekerja,” pungkasnya. (Yudi)






