Sumenep, Selasa 4 Agustus 2026 | News Satu – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalokasikan porsi terbesar anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan tahun anggaran 2026 ke wilayah kepulauan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan infrastruktur sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan pulau-pulau.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sumenep, dari total anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan sebesar Rp47,53 miliar, sebanyak Rp27,53 miliar atau 57,9 persen dialokasikan bagi kawasan kepulauan. Sementara wilayah daratan memperoleh anggaran sekitar Rp19,99 miliar atau 42,1 persen.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur menjangkau seluruh wilayah tanpa membedakan masyarakat yang tinggal di daratan maupun kepulauan.
Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan akses layanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh perhatian yang sama dalam pembangunan. Karena itu, alokasi anggaran tahun 2026 lebih besar diarahkan ke kepulauan sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan pembangunan,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo, Selasa (4/8/2026).
Bupati Fauzi menjelaskan, peningkatan pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi hasil pertanian, perikanan, dan aktivitas perdagangan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat kepulauan.
Selain itu, pembangunan jalan juga diharapkan meningkatkan akses terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan publik lainnya.
“Keberpihakan anggaran kepada wilayah kepulauan diharapkan membuka akses kesejahteraan sekaligus menghadirkan keadilan pembangunan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah daratan maupun kepulauan,” tandasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati agar pembangunan infrastruktur menjangkau wilayah yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas.
Di wilayah kepulauan, anggaran akan digunakan untuk rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan, Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, serta pemeliharaan Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Sementara itu, pembangunan di wilayah daratan difokuskan pada rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala di Kecamatan Lenteng, Jalan Batuan–Matanair di Kecamatan Rubaru, serta pemeliharaan Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar di Kecamatan Guluk-Guluk.
“Pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas konektivitas, tetapi juga memperkuat akses ekonomi masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan,” pungkasnya.
Kabupaten Sumenep merupakan daerah dengan karakter geografis yang unik karena terdiri atas wilayah daratan dan gugusan pulau-pulau. Kondisi tersebut menjadikan pembangunan infrastruktur transportasi sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan publik, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Dengan kebijakan alokasi anggaran yang lebih besar ke kawasan kepulauan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pemerataan pembangunan semakin nyata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh wilayah. (Rose)






