Sumenep, Selasa 1 September 2026 | News Satu- Festival budaya tidak hanya menjadi ruang pelestarian tradisi, tetapi juga semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Momentum inilah yang dimanfaatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) kepada publik yang lebih luas melalui ajang Madura Culture Festival 2026.
Berlangsung di kawasan Stadion A. Yani Panglegur, Sumenep, kegiatan tersebut menjadi etalase bagi beragam produk lokal hasil karya masyarakat dari berbagai kecamatan. Mulai dari produk olahan pangan, kerajinan, hingga usaha rumah tangga berbasis ekonomi kreatif ditampilkan untuk menarik perhatian pengunjung dan membuka peluang pasar yang lebih besar.
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengatakan bahwa produk-produk UP2K memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mendapatkan ruang promosi yang memadai dan dukungan berkelanjutan.
Menurutnya, Madura Culture Festival menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan hasil karya masyarakat sekaligus memperkuat keberadaan usaha keluarga sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan berbagai produk unggulan UP2K dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep. Banyak produk lokal yang memiliki kualitas baik dan layak dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” ujar Nia.
Ia menjelaskan, produk yang dipamerkan bukan hanya hasil kreativitas pelaku usaha keluarga, tetapi juga mencerminkan potensi ekonomi yang berkembang di masing-masing wilayah. Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa sektor usaha mikro dan ekonomi rumah tangga memiliki kontribusi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, Nia menilai promosi melalui event berskala besar menjadi salah satu strategi efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Menurutnya, keterlibatan kelompok UP2K dalam berbagai kegiatan publik diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga berpotensi menjangkau pasar regional hingga nasional.
“Masyarakat perlu mengetahui bahwa banyak produk unggulan dari desa dan kecamatan yang memiliki kualitas baik serta mampu bersaing. Karena itu, promosi dan penguatan kapasitas pelaku usaha harus terus dilakukan,” katanya.
Madura Culture Festival sendiri dinilai menjadi momentum penting karena menghadirkan ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Situasi tersebut dimanfaatkan TP PKK Sumenep untuk memperkenalkan keragaman produk usaha keluarga sekaligus memperkuat branding produk lokal Madura.
Selain promosi, Nia juga mendorong para pelaku UP2K untuk terus meningkatkan kualitas produk, mulai dari proses produksi, pengemasan, inovasi, hingga strategi pemasaran digital. Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Ia berharap penguatan sektor usaha keluarga dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Harapannya, produk-produk UP2K dari seluruh kecamatan semakin dikenal, berkembang, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan keluarga serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Keikutsertaan UP2K dalam Madura Culture Festival juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi keluarga kini menjadi bagian penting dalam strategi pemberdayaan masyarakat. Melalui promosi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas produk, usaha-usaha lokal diharapkan mampu naik kelas dan menjadi kekuatan baru dalam perekonomian daerah maupun nasional. (Robet)






