Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kamis (1/10/2026). Peresmian dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi sejarah dan pemahaman ideologi Pancasila bagi generasi muda.
Revitalisasi museum ini menghadirkan pembaruan besar pada narasi sejarah, tata pamer, alur cerita, hingga pemanfaatan teknologi digital interaktif yang memungkinkan pengunjung memahami perjalanan sejarah bangsa secara lebih komprehensif.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Museum Kesaktian Pancasila merupakan salah satu situs sejarah penting yang merekam perjalanan bangsa dalam mempertahankan ideologi Pancasila dari berbagai ancaman yang pernah muncul dalam sejarah Indonesia.
Menurutnya, kawasan Lubang Buaya memiliki nilai historis yang kuat karena menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober.
“Ini museum sejarah yang menjadi saksi bagaimana ideologi Pancasila pernah dirongrong melalui upaya menggantinya dengan ideologi lain,” ujar Fadli Zon usai peresmian Museum Kesaktian Pancasila di Jakarta Timur.
Ia menjelaskan, revitalisasi museum dilakukan dengan melibatkan sejarawan, kurator, dan berbagai pihak terkait untuk memperkaya informasi sejarah yang disajikan kepada masyarakat. Pembaruan tersebut mencakup penyempurnaan kronologi peristiwa, penguatan lini masa sejarah, serta penambahan berbagai elemen digital yang lebih modern.
Salah satu pembaruan utama adalah hadirnya pengalaman interaktif pada sejumlah diorama karya maestro pematung Indonesia, Edhi Sunarso, yang selama ini menjadi ikon Museum Kesaktian Pancasila. Teknologi digital tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman edukatif yang lebih mendalam bagi pengunjung.
Fadli menegaskan, penguatan narasi sejarah menjadi bagian penting dalam revitalisasi museum agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa yang terjadi di Lubang Buaya dan kaitannya dengan perjalanan bangsa Indonesia.
“Sekarang ada lebih banyak sentuhan digital dan narasi yang lebih lengkap sehingga masyarakat dapat memahami peristiwa sejarah secara lebih utuh,” tandasnya.
Menurut Fadli, keberadaan museum sejarah memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi sekaligus ruang memori kolektif bangsa. Karena itu, pemerintah terus mendorong revitalisasi museum-museum sejarah di berbagai daerah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menarik minat generasi muda.
“Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga warisan sejarah nasional sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat,” pungkasnya.
Peresmian Museum Kesaktian Pancasila yang telah direvitalisasi ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. (Den)






