Jakarta, Minggu 5 Juli 2026 | News Satu- Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan negara, melainkan menjadi investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan menentukan daya saing Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan kuliah umum bertajuk “APBN untuk Indonesia Maju: Menjaga Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan, dan Pembangunan” di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.
Dalam paparannya, Purbaya menegaskan pembangunan manusia menjadi prioritas utama pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, APBN harus mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, inovasi, serta daya saing bangsa.
“Melalui kebijakan fiskal yang disiplin, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai potensi strategis Indonesia, mulai dari posisi geografis, kekayaan sumber daya alam, hingga bonus demografi sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Purbaya, Minggu (5/7/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada 2045.
Target tersebut dinilai hanya dapat dicapai apabila didukung oleh SDM yang berkualitas, produktif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta perubahan ekonomi global.
“Karena itu, pembangunan talenta menjadi bagian penting dalam strategi transformasi ekonomi nasional,” tandasnya.
Menurutnya, pengembangan SDM tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus mengintegrasikan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan ilmu sosial, humaniora, seni, ekonomi, hingga keagamaan agar mampu melahirkan generasi yang kompetitif di tingkat internasional.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan manusia, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp769,1 triliun dalam APBN Tahun Anggaran 2026,” tukasnya.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, merevitalisasi sekolah, mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta memperkuat pendanaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pemerintah juga mengarahkan beasiswa LPDP agar lebih fokus mendukung bidang-bidang strategis, khususnya STEM dan sektor prioritas yang mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional.
“Pembangunan ekonomi Indonesia membutuhkan ekosistem industri yang menempatkan talenta sebagai pusat pembangunan. Karena itu, investasi di bidang pendidikan dan pengembangan SDM menjadi prioritas utama dalam APBN,” tegas Purbaya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Purbaya memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada pada level yang kuat.
Ia menyebut sejumlah indikator makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, hingga rasio utang pemerintah masih terkendali.
Kondisi tersebut, menurutnya, memberikan ruang bagi APBN untuk tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
“Investasi terbesar pemerintah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan manusia,” pungkasnya.
Dengan stabilitas ekonomi yang tetap terjaga dan dukungan anggaran pendidikan yang besar, pemerintah optimistis mampu mencetak generasi unggul yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global pada 2045. (Den)






