oleh

Restorasi Gambut Sumsel Di Perluas

News Satu, Palembang, Rabu 12 Juni 2019- Upaya pemerintah untuk melakukan restorasi terhadap lahan gambut masih terus dilakukan. Target semula yang hanya seluas 2,42 juta hektar yang direncanakan tuntas hingga 2020, tahun ini ditambah menjadi Rp2,67 juta hektar.

“Penambahan areal restorasi gambut di Sumatera Selatan dilakukan karena masuk dalam program restorasi gambut secara nasional. Total gambut yang akan direstorasi secara nasional memiliki luas 2,67 juta hektar dari sebelumnya hanya 2,42 juta hektar. Total ada penambahan luasan sekitar 200.000 hektar,”  ujar Deputi I Badan Restorasi Gambut (BRG), Budi S. Wardhana di Palembang, Rabu (12/6/2019).

Untuk di Sumsel, pemerintah kembali memperluas area gambut yang akan direstorasi dari luasan semula 40.000 hektar. Awalnya lahan gambut yang akan direstorasi memiliki luas 168.000 hektar, tapi ditambah berdasarkan banyak pertimbangan.

“Penambahan itu karena masih ada lahan gambut yang terbakar pada 2017-2018 lalu, masih ada pembukaan di wilayah gambut utuh serta adanya perubahan data peta gambut,”  terangnya.

ia menjelaskan bagaimana metode restorasi yang akan digunakan masih sama seperti tahap awal dengan melibatkan daerah. Menurut dia, untuk memantau kondisi gambut memang tergolong sulit, karena biasanya berada di remote area. Apalagi pihaknya tidak punya perangkat untuk melakukan patroli terhadap lahan gambut yang tersebar.

Terpisah, Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib, mengatakan lahan gambut paling parah banyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Najib memaparkan, ekosistem gambut tercatat seluas 1,2 juta hektar yang tersebar di sejumlah daerah.

Selain di OKI, lahan gambut juga ada di Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.