Pamekasan, Sabtu 11 Juli 2026 | News Satu- Kabupaten Pamekasan kembali mencari figur muda yang akan menjadi wajah promosi budaya, pariwisata, batik, dan ekonomi kreatif daerah. Setelah sempat vakum sejak 2024, Grand Final Pemilihan Duta Daerah Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik Pamekasan kembali digelar pada 2026.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan menjadwalkan malam Grand Final Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik 2026 pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Ajang tersebut akan berlangsung di Lapangan Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Kembalinya pemilihan duta daerah itu menjadi momentum penting bagi Pamekasan untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan kepribadian yang baik, tetapi juga memahami budaya lokal serta mampu memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemilihan Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik sempat tidak diselenggarakan sejak 2024 karena kebijakan pemerintah daerah pada saat itu.
Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Pamekasan kembali menggelar ajang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai representasi daerah.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam menjaga budaya lokal.
Ajang ini sekaligus diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang mampu menjalankan peran sebagai duta promosi daerah. Mereka diharapkan dapat memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, batik, hingga ekonomi kreatif Kabupaten Pamekasan kepada masyarakat luas.
Sebelum tampil pada malam grand final, para finalis telah melewati berbagai tahapan seleksi. Kemampuan peserta tidak hanya dinilai berdasarkan penampilan. Para finalis juga dituntut memiliki wawasan kebudayaan, kepribadian yang baik, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya Madura dan batik khas Pamekasan.
“Para finalis yang telah melalui berbagai tahapan seleksi akan menampilkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari wawasan kebudayaan, kepribadian, kemampuan berkomunikasi, hingga kepedulian terhadap pelestarian budaya Madura dan batik khas Pamekasan,” kata Akmalul Firdaus, Sabtu (11/7/2026).
Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi para duta daerah karena pemenang nantinya diharapkan mampu tampil di ruang publik dan terlibat dalam berbagai kegiatan promosi Kabupaten Pamekasan.
“Kami harap ajang Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik 2026 mampu melahirkan figur muda yang tidak hanya mengejar gelar juara,” ucapnya.
Para peserta diharapkan dapat menjadi generasi muda berkarakter, memiliki prestasi, memahami identitas budaya daerah, serta mampu memberikan pengaruh positif kepada anak muda lainnya.
“Mereka juga diharapkan berperan aktif mengajak generasi muda mencintai budaya daerah dan memperkenalkan batik Pamekasan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa,” tandasnya.
Peran tersebut dinilai semakin penting karena generasi muda memiliki posisi strategis dalam membawa promosi budaya dan pariwisata ke ruang digital serta menjangkau audiens yang lebih luas.
Pemilihan Putra Putri Batik juga menjadi bagian penting dalam upaya memperluas promosi salah satu kekayaan budaya Kabupaten Pamekasan.
“Batik Pamekasan memiliki potensi untuk terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan promosi, baik di tingkat regional maupun nasional,” tukasnya.
Para duta terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi jembatan antara warisan budaya lokal dengan generasi muda dan masyarakat luas. Selain batik, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi sektor yang diharapkan mendapat dampak positif dari keberadaan duta daerah.
Figur muda yang memiliki kemampuan komunikasi, wawasan budaya, serta penguasaan media digital dapat berperan dalam memperluas jangkauan promosi Kabupaten Pamekasan.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengajak masyarakat untuk hadir menyaksikan malam Grand Final Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik 2026.
“Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memberikan dukungan kepada para finalis,” pungkasnya.
Kehadiran masyarakat diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi para peserta untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam memajukan budaya daerah. Dukungan publik juga diharapkan dapat mendorong para finalis untuk terus membawa nama Kabupaten Pamekasan dalam berbagai kegiatan di tingkat regional maupun nasional.
Grand Final Pemilihan Duta Daerah Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik 2026 tidak hanya menjadi malam penentuan pemenang. Ajang tersebut menjadi momentum lahirnya figur muda yang akan membawa identitas, budaya, dan potensi Kabupaten Pamekasan kepada masyarakat yang lebih luas.
Duta daerah yang terpilih diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda Bumi Gerbang Salam yang berkarakter, berbudaya, komunikatif, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kembalinya Kacong Cebbing dan Putra Putri Batik setelah sempat vakum juga menjadi peluang untuk memperkuat regenerasi pelaku promosi daerah.
Melalui ajang tersebut, Pamekasan berupaya menyiapkan anak-anak muda yang siap menjadi wajah daerah sekaligus membawa budaya Madura, batik khas Pamekasan, pariwisata, dan potensi ekonomi kreatif menuju panggung yang lebih luas. (Yudi)






