Sumenep, Kamis 24 September 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menempatkan pencegahan stunting sebagai salah satu program prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM). Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, upaya menekan angka stunting bukan sekadar agenda kesehatan, melainkan strategi jangka panjang untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurut Fauzi, kualitas generasi masa depan ditentukan sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak melewati fase penting pertumbuhan dan perkembangan.
Ia menilai, stunting tidak boleh dipandang hanya sebagai persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia. Dampaknya jauh lebih luas karena berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan, kemampuan belajar, produktivitas, hingga daya saing generasi mendatang.
“Stunting bagi kami menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan masa depan anak-anak dan kualitas generasi yang akan memimpin Indonesia pada 2045,” ujar Bupati Fauzi, Kamis (24/9/2026).
Bupati menegaskan, langkah pencegahan tidak boleh menunggu hingga masalah muncul. Pendampingan harus dimulai sejak ibu mengandung agar risiko gangguan pertumbuhan dapat dicegah sejak dini.
Menurutnya, kelompok sasaran program percepatan penurunan stunting tidak hanya balita. Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga anak usia balita harus mendapatkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan melalui program kesehatan dan keluarga.
“Pendampingan harus dilakukan secara berkesinambungan. Mulai dari masa kehamilan, persalinan, menyusui hingga tumbuh kembang anak agar hasilnya benar-benar optimal,” katanya.
Fauzi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani stunting. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tenaga kesehatan, kader posyandu, penyuluh, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga masyarakat.
“Sinergi berbagai pihak menjadi kunci untuk memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif hingga tingkat desa dan keluarga,” pungkasnya.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan Pemkab Sumenep bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas penguatan program pembangunan keluarga, pelayanan keluarga berencana (KB), kependudukan, hingga percepatan penanganan stunting di daerah.
Pemkab Sumenep berharap penguatan program tersebut mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas SDM yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan pendampingan sejak dini, pemerintah optimistis upaya pencegahan stunting dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas generasi penerus bangsa di masa mendatang. (Rose)






