Faktor Ekonomi, Ribuan Warga Sumenep Bercerai

Faktor Ekonomi, Ribuan Warga Sumenep Bercerai
Faktor Ekonomi, Ribuan Warga Sumenep Bercerai

News Satu, Sumenep, Senin 29 Oktober 2018- Ribuan warga Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) mengajukan gugatan ke Pegadilan Agama (PA) setempat. Berdasarkan data di Pengadilan Agama (PA) Sumenep, sejak awal Januari hingga September 2018 tercatat 1.556 permohonan atau gugat cerai.

“Sampai saat ini sudah ada seribu lebih. Cerai talak ini di dominasi oleh laki-laki yang melakukan, kalau cerai gugat lebih banyak perempuan,” kata Panitera Muda Hukum PA Sumenep, Moh. Arifin, Senin (29/10/2018).

Tingginya angka perceraian tersebut kata Arifin banyak didominasi oleh faktor ekonomi yang belum stabil. kesiapan mental, dan pernikahan dini juga menjadi penyumbang dari adanya  gugatan perceraian,

“Termasuk juga faktor perselingkuhan yang semakin banyak akibat penyalahgunaan teknologi telepon genggam dan medsos, dan kesiapan mental dalam membina rumah tangga” tuturnya.

Menurut Arifin,  pihak Panmud PA Sumenep juga sebenarnya berusaha menekan tingginya angka penceraian melalui mediasi, dan juga menghimbau untuk tidak memaksakan kehendak untuk mengawinkan putra putrinya apa bila belum memenuhi syarat namun hanya sedikit yang berhasil dan mau berujuk kembali.

“kami berupaya memaksimalkan saat proses mediasi. Cuma, dari jumlah perkara yang masuk hanya sedikit  yang mau rujuk setelah dimediasi, jadi kebanyakan tidak berhasil,” pungkasnya. (Basri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.